Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
--
0
--
0


 

Hiburan minggu ini yang paling saya tunggu adalah film yang akan tayang pada rentang waktu 23–25 September ini. Filmnya tentu saja  Avengers: Endgame Encore.  Maka saya coba kaitkan karya digital yang sempat menghebohkan dunia film fiksi ilmiah ini dengan pengalaman sebagai guru Informatika jenjang SMP

Bagi seorang pencinta film Marvel, menyaksikan Avengers: Endgame Encore (versi tayang ulang dengan adegan tambahan) memberikan pengalaman visual yang sangat menarik, layaknya mengamati perkembangan teknologi dalam dunia sinematik. Jika kita tinjau dari sudut pandang ilmu informatika, film ini bukan sekadar kisah para pahlawan super melawan Musuh Utama, melainkan sebuah contoh nyata dari pemrosesan data tingkat tinggi. Animasi berbasis komputer (computer-generated imagery) yang digunakan mampu mengolah jutaan piksel dengan sangat halus, sehingga setiap efek ledakan, kostum digital, hingga karakter fiksi tampak begitu nyata di layar lebar.

Jalan cerita film ini juga menyajikan analogi yang sangat relevan dengan konsep pemrosesan algoritma dalam komputer. Perjalanan melintasi waktu yang dilakukan oleh para tokoh utama menyerupai sistem pencarian data dalam basis data (database), di mana mereka harus kembali ke titik data masa lalu untuk memperbaiki kesalahan di masa kini. Proses ini membutuhkan ketepatan dan logika yang runtut, persis seperti penulisan kode program yang tidak boleh mengalami kesalahan logika (logical error) agar sistem tidak mengalami kerusakan secara keseluruhan.

Satu aspek yang paling menonjol dari segi teknologi adalah teknik pemudaan usia secara digital (digital de-aging) pada para pemeran utama. Proses visual ini memanfaatkan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (machine learning) untuk menganalisis wajah para aktor di masa muda, lalu menerapkannya pada adegan baru secara presisi. Hasil rekayasa digital ini menghasilkan tampilan grafis yang sangat rapi, sehingga penonton dari berbagai generasi dapat menikmati alur cerita tanpa terganggu oleh ketidaksesuaian visual.

Secara keseluruhan, versi Encore ini memberikan bonus materi berupa potongan adegan dan penghormatan khusus yang memperkaya struktur cerita. Meskipun adegan tambahan yang disajikan relatif singkat, karya sinematik ini berhasil membuktikan bagaimana kolaborasi antara seni peran dan kemajuan teknologi informasi dapat menciptakan sebuah hiburan yang megah. Film ini sangat layak ditonton oleh remaja maupun orang tua karena menyampaikan pesan tentang kerja sama tim yang dikemas dengan keindahan teknologi grafis masa kini.


Semoga Rabu depan kita bisa bahas versi aslinya bukan berdasar konten kreator lokal

--
0


 

Beberapa hari ini, saya cermati banyak orang mengalami flu dan demam, kadang disertai batuk ringan. Tanpa terkecuali, siswa - siswi saya sendiri di sekolah kami. Jika saya tanya dan coba ngobrol dengan mereka, kebanyakan karena warga di dalam rumahnya sendiri sudah ada yang kena gejala yang mirip sejak 1-2 minggu lalu dan ada yang sudah sembuh dan belum.

Menurut beberapa sumber yang saya baca, saat ini juga sedang muncul istilah baru yang saya dengar, yaitu influenza A. Ini informasinya bukan flu varian baru seperti covid-19 yang banyak seri dan variannya. Infonsya hanya dua jika terkena manusia Influenza A dan Influenza B serta Influenza C. Di Indonesia sendiri, jika mengutip dari website kesehatan yang berafiliasi dengan beberapa dokter lainnya, tertulis saat ini Indonesia sedang mulai banyak yang terkena Influenza A. Karena di kawasan ASEAN juga memang sedang tinggi penularannya walau belum bisa disebut wabah apalagi disebut KLB (Kejadian Luar Biasa) seperti tahun 2019, semoga saja tidak terjadi.

Berdasarkan penelusuran saya pribadi di media terkait kesehatan, baik swasta maupun resmi pemerintah menyebutkan  beberapa gejala umum influenza A sebagai berikut :

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Lemas

Virus influenza A menyebar melalui percikan ingus atau liur (droplet) yang dihasilkan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Droplet ini dapat terhirup oleh orang lain atau menempel pada permukaan benda di sekitar penderita. Jadi, misalnya, rumah dengan kepadatan tinggi atau fasilitas umum yang sirkulasi udaranya tidak terbuka penuh, namun dengan AC atau tertutup sama sekali.

--
0

 


Karya baru Resident Evil  2026 yang terbaru saat ini diperankan oleh tokoh utama yang berbeda. Setelah franchise film Resident Evil yang sebelumnya diperankan oleh Milla Jovovich sebagai Alice sejak 2002 hingga 6 seri selanjutnya yang berakhir pada 2016, kemudian dilanjutkan dengan Resident Evil: The Final Chapter yang berakhir pada 2016 ini, kini sudah masuk chapter baru pada 2026 dengan selisih 10 tahun tanpa film baru. Film ini berasal dari permainan atau gim horor besutan rumah produksi gim Capcom. Pada seri gim yang lebih banyak karena memang ini salah satu seri gim paling laku keras karena alur ceritanya yang mendebarkan dengan latar campuran misteri, horor dan science fiction. Gim ini laku keras karena menguras adrenalin baik sebagai game, sejak awal di buat dan di edarkan. Gim nya sudah lebih banyak versinya dengan penjualan selalu sangat baik, Baik agar tidak berlama - lama membahas film terbarunya, kita lanjut langsung saja.

Berikut resensi versi saya : 

Kepanikan massa dan penularan virus secara eksplosif dalam film ini menghadirkan kilas balik yang sangat kuat terhadap realitas wabah COVID-19 yang pernah melanda dunia. Meski COVID-19 tidak mengubah manusia menjadi monster fisik, pola penyebaran patogen, ketakutan akan kontak fisik, dan kepanikan sosial yang tergambar di layar lebar terasa sangat familier. Film ini mengeksploitasi trauma kolektif global tersebut dengan memperlihatkan betapa rentannya pertahanan medis ketika dihadapkan pada patogen mutan yang agresif. Kegagalan karantina awal serta lemahnya transparansi informasi di Raccoon City mencerminkan betapa fatalnya dampak yang timbul jika kewaspadaan terhadap ancaman biologis diabaikan. Narasi fiksi ilmiah ini berhasil memanfaatkan ingatan penonton tentang penutupan kota dan isolasi mandiri untuk membangun ketakutan psikologis yang jauh lebih mendalam.

Risiko penularan penyakit menular berbahaya lainnya juga menjadi subteks kritis yang sangat berbobot di sepanjang cerita film ini. Resident Evil (2026) menekankan bahwa ancaman krisis kesehatan global tidak berhenti pada satu jenis virus saja, melainkan terus mengintai akibat potensi mutasi biologis maupun interaksi manusia dengan lingkungan. Gambaran kehancuran Raccoon City memperingatkan kita akan bahaya laten munculnya patogen baru dengan daya tular tinggi serta masa inkubasi yang sulit terdeteksi. Eskalasi konflik di dalam film menjadi gambaran nyata bagaimana kegagalan mitigasi awal dapat memicu kehancuran sistemik yang melumpuhkan peradaban. Sinematografi yang memperlihatkan ruang-ruang publik yang sepi dan rumah sakit yang kewalahan menjadi pengingat pahit tentang mahalnya harga sebuah kelalaian dalam penanganan wabah.

Secara keseluruhan, Resident Evil (2026) berhasil membuktikan dirinya sebagai film fiksi ilmiah yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga kaya akan refleksi sosial yang kontekstual. Penggabungan genre survival horror dengan narasi bio-terorisme menghasilkan karya yang relevan dengan dinamika kesehatan global masa kini. Keberhasilan film ini terletak pada kemampuannya menyentuh celah ketakutan paling nyata dari masyarakat pascapandemi, yaitu ancaman krisis kesehatan yang lepas kontrol. Bagi para pencinta fiksi ilmiah, karya ini menyajikan kombinasi sempurna antara sensasi mencekam dan wawasan kritis akan pentingnya kesiapsiagaan biosafety. Film ini mengingatkan kita bahwa monster yang paling menakutkan dalam sejarah manusia sering kali berukuran mikroskopis dan tak kasat mata.

Menjaga kesehatan diri dan menerapkan protokol sanitasi secara disiplin adalah langkah krusial untuk melindungi diri serta orang-orang di sekitar kita dari ancaman penyakit menular. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan imunitas, dan tanggap terhadap gejala sakit merupakan benteng pertahanan utama dalam mencegah terjadinya krisis kesehatan yang lebih besar di masa depan.

Sutradara Zach Cregger berhasil menghadirkan napas baru bagi waralaba film fiksi ilmiah Resident Evil (2026) melalui alur cerita survival horror yang sangat mencekam. Mengikuti kisah Bryan, seorang kurir medis yang terjebak di Raccoon City saat wabah virus T mematikan pecah, film ini secara bertahap menyeret penonton ke dalam kepanikan kolektif yang luar biasa. Ketegangan visual yang disajikan tidak lagi berfokus pada aksi bombastis pahlawan super, melainkan pada perjuangan manusia biasa dalam bertahan hidup di tengah kehancuran kota. Atmosfer horor isolatif yang dibangun begitu nyata, memperlihatkan bagaimana sebuah sistem kemasyarakatan dapat runtuh seketika ketika patogen tak kasat mata menyebar tanpa kendali. Setiap adegan pengisolasian wilayah dan runtuhnya fasilitas medis terasa sangat relevan, menjadikan fiksi ilmiah ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan cermin kecemasan sosial.

 
Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

 


Hari ini saya coba meresensikan film bulan September 2026 berjudul HOPE. sebuah karya besutan sutradara Korea Selatan Karya Na Hong-jin. Pemenang Daniel A. Craft Award for Excellence in Action Cinema di New York dan  di Festival Film Cannes 2026 untuk memperebutkan penghargaan tertinggi Palme d'Or. Film ini mendapat sambutan luar biasa berupa standing ovation (tepuk tangan meriah) selama 7 menit dari penonton Cannes.

Berikut resensi versi saya: 

Bagi Anda para pencinta fiksi ilmiah yang mendambakan tontonan dengan ketegangan intens dan alur yang sulit ditebak, karya terbaru asal Korea Selatan berjudul Hope ini adalah jawaban yang sempurna. Film ini berhasil menyajikan perpaduan fiksi ilmiah bertema invasi makhluk asing dengan balutan misteri lokal yang sangat mencekam sejak menit pertama. Mengambil latar di kawasan perkampungan pinggir pantai Hop, premis cerita dibuka dengan penemuan tak lazim yang mengancam kedamaian warga setempat. Penonton langsung disuguhi atmosfer misterius saat hewan ternak warga ditemukan tewas mengenaskan secara tidak wajar. Kekacauan berdarah ini menandai dimulainya teror tak kasatmata yang siap merenggut nyawa siapa saja. 

Keunggulan utama Hope terletak pada transisi konflik yang dibangun sangat rapi dan bertahap hingga menyentuh puncaknya. Petunjuk awal mengenai ancaman ini sempat dikira berasal dari hewan buas biasa seperti beruang atau macan oleh polisi setempat bernama Beom-seok dan kelompok pemburu pimpinan Sung-ki. Namun, temuan jasad pemilik peternakan dan luka misterius pada korban lain mengarahkan mereka pada kenyataan yang jauh lebih mengerikan. Keadaan semakin memburuk ketika kota terisolasi dan jejak raksasa mulai ditemukan di berbagai sudut permukiman. Penonton diajak menyusuri lorong-lorong kota yang porak-poranda sambil merasakan ketakutan nyata yang dialami para karakter.

 Misteri yang menyelimuti asal-usul makhluk alien ini menjadi daya tarik utama yang dijamin membuat mata Anda tidak bisa berpaling dari layar. Melalui penyelidikan kepolisian dan aksi nekat warga, penonton secara perlahan melihat wujud asli alien yang jangkung, ganas, serta memiliki anatomi unik mirip manusia. Penemuan bayi alien oleh seorang pemburu lokal menjadi titik balik cerita yang sangat emosional sekaligus menegangkan. Keputusan fatal pemburu tersebut memicu amukan induk alien yang ternyata mengamuk di seluruh kota hanya demi mencari anaknya yang hilang. Pembedahan ilmiah terhadap bangkai alien turut menambah kedalaman fiksi ilmiah film ini dengan menyajikan fakta biologi makhluk luar angkasa tersebut.

 

Aksi kejar-kejaran yang dihadirkan Hope patut diacungi jempol karena mengeksekusi elemen laga dan sinematografi dengan sangat luar biasa. Kolaborasi antara polisi wanita Sung-e dan petugas lokal dalam melawan alien berukuran masif menghasilkan adegan pertarungan yang benar-benar memicu adrenalin. Penggunaan berbagai macam senjata berat, aksi kejar-kejaran kendaraan, hingga adegan berburu di dalam hutan lebat tersaji sangat dinamis dan menegangkan. Setiap karakter diuji batas ketahanannya saat berhadapan langsung dengan alien pemangsa yang responsif terhadap gerakan. Ketegangan ini berhasil dipertahankan konsisten, membuat durasi film terasa berlalu tanpa ada momen yang membosankan. 

Tak hanya menjual adegan aksi visual, Hope memiliki keunikan tersendiri dengan memasukkan perspektif emosional dari sisi sang makhluk asing. Momen ketika induk alien terlihat meneteskan air mata saat mencari anaknya memberikan nuansa simpati yang jarang ditemukan dalam film invasi alien biasa. Kedatangan kapal induk serta kemunculan alien dengan tingkatan hierarki baru di akhir cerita memperluas skala ancaman menjadi jauh lebih masif. Penonton dipaksa menyadari bahwa kekacauan di desa Hop hanyalah permulaan dari invasi Bumi yang jauh lebih besar. Kedalaman cerita seperti inilah yang membuat Hope terasa berbobot dan meninggalkan kesan mendalam setelah menontonnya.

 

Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan film bergenre fiksi ilmiah barat, film Hope memberikan kesegaran baru dengan sentuhan kearifan lokal Korea yang sangat pekat. Interaksi antarwarga, dinamika tim pemburu tradisional, hingga respons kepolisian daerah dalam menghadapi ancaman luar angkasa terasa sangat riil dan membumi. Balutan humor tipis di tengah kepanikan warga juga disisipkan dengan pas tanpa merusak ketegangan utama cerita. Kombinasi unsur lokal dan teknologi tinggi ini membuktikan bahwa sinema Asia mampu mengemas cerita fiksi ilmiah kelas dunia. Pengalaman menonton ini akan membuka sudut pandang baru tentang bagaimana sebuah bencana global direspons dari tingkatan masyarakat terkecil. 

 Jika Anda mengaku sebagai penikmat film sci-fi sejati, menyia-nyiakan film Hope tentu menjadi sebuah kerugian yang sangat besar. Film ini menyajikan paket lengkap yang memenuhi dahaga akan ketegangan, estetika visual, cerita berbobot, serta performa akting para pemain yang amat memukau. Anda akan diajak merasakan sensasi emosi yang naik turun, mulai dari merinding ketakutan hingga terpana oleh keindahan efek visualnya. Jangan ragu untuk segera meluangkan waktu dan memasukkan Hope ke dalam daftar tontonan wajib Anda minggu ini. Rasakan sendiri sensasi teror luar angkasa yang diracik secara jenius dan tidak terlupakan dari bioskop Korea Selatan.


Setelah selesai menikmati ketegangan dalam Hope, dijamin Anda akan langsung ketagihan dan berburu film-film fiksi ilmiah serupa. Menonton film seperti Hope membuka pintu untuk menjelajahi lebih banyak karya sci-fi Korea modern lainnya yang tak kalah berkualitas. Sensasi memecahkan misteri dan menyaksikan perjuangan manusia bertahan hidup melawan ancaman tak dikenal adalah pengalaman sinematik yang selalu dirindukan. Mari ajak teman maupun keluarga Anda untuk bersama-sama menikmati keseruan genre fiksi ilmiah yang semakin berkembang pesat ini. Bersiaplah untuk terperangah dan larut dalam petualangan imajinasi luar biasa yang ditawarkan oleh film-film berkualitas ini.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

 



Kali ini saya menyempatkan diri buat mengobrol santai dengan 5 tipe penonton yang berbeda setelah mereka selesai menonton film Spider-Man: Brand New Day. Penasaran bagaimana pandangan mereka? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. Fans Berat Marvel Universe (MCU)


1. Fans Berat Marvel Universe (MCU)

"Angin segar yang mengembalikan akar Spider-Man ke komik klasik!"

Sebagai penggemar berat MCU, Spider-Man: Brand New Day ini beneran terasa seperti angin segar yang sudah lama ditunggu-tunggu setelah kerumitan multisemesta (multiverse) di fase sebelumnya. Film ini sukses mengembalikan akar karakter Peter Parker ke ranah yang lebih personal dan membumi (grounded), persis seperti dinamika komik era klasik. Penulisan naskahnya cerdas banget dalam mengeksplorasi dampak emosional dari mantra Doctor Strange—Peter harus membangun kembali hidupnya dari nol tanpa bantuan teknologi canggih Stark. Easter eggs yang disebar sepanjang film juga terasa alami dan enggak dipaksakan cuma demi memanjakan penggemar. Kemunculan musuh-musuh baru dengan motivasi yang lebih manusiawi memberi ketegangan yang pas untuk arah baru MCU. Secara keseluruhan, ini transisi sempurna yang membuktikan kalau Spider-Man enggak selalu butuh ancaman tingkat kosmis untuk tampil memukau!

2. Pelajar SMP (Usia 15 Tahun)

"Seru banget dan relate parah sama kehidupan anak sekolah!"

Film Spider-Man: Brand New Day ini seru banget dan relate parah sama kehidupan anak sekolah kayak aku! Konflik Peter Parker saat berusaha beradaptasi di lingkungan barunya tuh terasa miris tapi juga kocak—mirip banget kalau kita baru masuk sekolah baru dan belum punya teman. Aksi menggantung Spider-Man di antara gedung-gedung New York kelihatan keren banget dan visualnya benar-benar memanjakan mata dari awal sampai akhir. Selain itu, selingan humor di tengah adegan pertarungan bikin suasana bioskop enggak tegang terus. Aku paling suka adegan saat dia bikin kostum dan peralatan sederhananya sendiri pakai barang seadanya, kelihatan kreatif banget. Habis nonton film ini, rasanya langsung pengin punya kekuatan super juga biar bisa melewati masalah sehari-hari dengan santai!

3. Orang Dewasa / Rekan Kerja

"Lebih dari sekadar film pahlawan super: sebuah drama kemanusiaan yang menyentuh."

Menonton Spider-Man: Brand New Day memberikan pengalaman cerita yang mengejutkan karena alurnya jauh lebih dewasa dan menyentuh daripada yang saya bayangkan. Film ini tidak sekadar menjual ledakan atau aksi pahlawan super, tetapi juga menyoroti perjuangan kelas pekerja, rasa kesepian, serta tanggung jawab hidup yang harus dipikul seorang pemuda. Melihat Peter Parker berjuang membayar sewa kamar dan membagi waktu antara pekerjaan harian serta kewajibannya terasa sangat relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Akting para pemerannya terasa alami dan mampu membawa penonton ikut merasakan beban emosional karakter utama. Sinematografi dan jalan ceritanya tertata rapi sehingga mudah dinikmati, bahkan oleh orang yang tidak mengikuti belasan film Marvel sebelumnya. Ini adalah drama kemanusiaan yang dibungkus dengan sangat apik dalam balutan film aksi.

4. Pencinta Film Pahlawan Super (Genre Enthusiast)

"Standar baru untuk film pahlawan super skala street-level."

Bagi pencinta genre pahlawan super, film ini memenuhi semua kriteria ideal sebuah eksekusi cerita yang otentik. Koreografi pertarungannya dirancang sangat dinamis, memaksimalkan kelincahan fisik Spider-Man tanpa terlalu bergantung pada efek gambar bentukan komputer (CGI) secara berlebihan. Penokohan karakter protagonis dan antagonisnya yang memiliki kedalaman moral yang seimbang, membuat benturan ideologi di antara mereka terasa sangat intens. Struktur cerita klasik mengenai pengorbanan personal demi kebaikan yang lebih besar dieksekusi dengan pendekatan yang segar dan modern. Film ini berhasil menangkap esensi sejati dari sosok pahlawan super: seseorang yang terus bangkit berdiri meski dunia berulang kali menjatuhkannya. Spider-Man: Brand New Day layak disebut sebagai salah satu standar baru untuk film pahlawan super berkonsep jalanan (street-level).

5. Penonton Bioskop Biasa / Penikmat Akhir Pekan

"Tontonan akhir pekan yang seru, menghibur, dan mudah diikuti!"

Jujur saja, saya datang ke bioskop tanpa ekspektasi tinggi dan tidak terlalu mengikuti alur cerita film-film Spider-Man terdahulu. Namun, Spider-Man: Brand New Day ternyata sangat menghibur dan ceritanya mudah sekali diikuti dari awal sampai akhir. Tempo alur ceritanya pas—tidak terasa membosankan maupun terburu-buru—sehingga waktu dua jam di bioskop terasa berjalan cepat sekali. Efek visual dan musik pengiringnya benar-benar memanjakan mata serta telinga, membuat pengalaman menonton di layar lebar terasa sepadan dengan harga tiketnya. Karakter utamanya sangat mudah disukai karena sifatnya yang ramah, gigih, dan selalu berusaha berbuat baik meskipun sedang tertimpa banyak masalah. Film ini benar-benar tontonan akhir pekan yang memuaskan dan cocok dinikmati bersama teman maupun keluarga.

Demikian sedikit wawancara ringan yang saya buat dengan beberapa orang yang saya temui di awal September lalu. semoga resensi filmnya bisa menambah sudut pandang kalian. Ingat Jangan beli atau nonton bajakan. Tonton
dari layar resmi dan penyedia resmi.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

 

Menurut pakar kegempaan yang sudah mulai diperdengarkan dan diberikan kepada masyarakat terkait Kassandra paradox kedua yang akan kita bahas saat ini adalah Sesar Lembang. Pembaca sekalian bisa membaca pada link yang saya berikan di kalimat sebelumnya. Berdasarkan catatan sejarah, gempa yang bersumber dari Sesar Lembang pernah terjadi 600 tahun lalu. Lepasan energi tertahan berarti sudah ratusan tahun tertahan, Pastinya ada lepasan energi lagi yang akan muncul di tahun - tahun depan, walau belum dapat dipastikan waktu tepatnya. Sekali lagi, hal-hal besar yang berisiko besar rasanya kurang digubris masyarakat kita dan kurang dipersiapkan dengan baik. Bukti-bukti apa yang sudah dilepas ke masyarakat oleh para ahli melalui website resmi, media massa dan media sosial, tampaknya belum membuat masyarakat lebih peduli atau  high awareness atas info penting ini. Masyarakat nampaknya lebih banyak bersikap pasrah, seakan menunggu kiamat datang adalah bagian dari iman, dan pasrah serta percaya pada nasib baik saja.

Menurut data dari sumber, sesar ini memiliki panjang: ± 29 km, membentang dari wilayah Padalarang (Kabupaten Bandung Barat) hingga Jatinangor/Gunung Manglayang. Kemudian punya kecepatan pergerakan: aktif sekitar 1 hingga 4 milimeter per tahun. Angka ini termasuk lambat, namun terus bergerak yang menyebabkan risiko terus tumbuh per tahun dengan angka kemungkinan jika terjadi gempa berpotensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 6,5 – 7,0. Ini sebuah angka signifikan jika melihat link yang saya cantumkan dalam sistem kegempaan, angka yang, jika bergerak lebih dari 1 menit, dapat meratakan bangunan-bangunan rumah tanpa fondasi kuat dan tahan gempa. Belum lagi jika terjadi gempa di bangunan era Belanda yang masih ada di sekitar Bandung.


Menurut pakar gempa pada video dari ESDM ini, pemetaan wilayah utama sesar dan wilayah sekitar yang terdampak sudah dipetakan risikonya dan dimunculkan secara resmi. Tinggal bagaimana pemerintah daerah Jawa Barat pada umumnya dan pemerintah daerah Bandung mengelola data ini. Jangan sampai Kassandra Paradox terjadi lagi, seperti kasus likuifaksi di Sulawesi dan gempa bumi di wilayah Aceh yang memakan banyak korban. Jika Sesar Lembang tidak diantisipasi, korban bisa berlipat - lipat jumlahnya karena jumlah penduduk di Jawa Barat juga lebih banyak. Semoga pengetahuan dan peringatan yang sudah dilakukan menjauhan kita dari sikap masa bodoh dan menganggap waktunya masih lama atau bahkan mungkin tidak kena. Jadilah warga yang bukan sekedar lari dan menyelamatkan diri, namun harus jadi warga yang peduli diri, keluarga dan tetangga atau masyarakat luas.

Caranya bagaimana agar terhindar dari dampak utama jika terjadi gempa yang bersumber dari Sesar Lembang ini?

        Pertama, menurut ahli kegempaan, jangan membangun rumah di dekat atau persis di depan sesar tersebut. Menurut ahli peneliti gempa, jarak aman dari garis retakan sesar sudah cukup pada radius minimal 40 meterPemerintah Provinsi Jawa Barat melalui peraturan konservasi kawasan menetapkan sempadan atau zona penyangga (buffer zone) selebar 200 hingga 250 meter di sisi kiri dan kanan Sesar Lembang dan tidak mengizinkan pembangunan permukiman atau adanya bangunan di area tersebut. Sejumlah kajian mitigasi bencana mengadaptasi standar aman sekitar 100 hingga 150 meter dari titik suar atau rekahan patahan aktif. Intinya, semakin jauh semakin baik, namun ada prasyarat lain agar lebih aman.

            Kedua, untuk membuat atau mendirikan bangunan di kawasan Bandung Raya yang mendekati jalur sesar, struktur wajib didesain dengan standar tahan gempa yang kuat. Wilayah dengan jarak sangat dekat (di bawah 3 kilometer dari jalur utama) menuntut kewaspadaan ekstra terhadap amplifikasi guncangan gempa yang besar.

Sebenarnya, memahami kemudian merancang bukan hanya jarak, melainkan jenis bangunan yang baik, tentunya mengurangi korban jiwa dan kerusakan yang sangat parah.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay



--
0

 


Kemungkinan kita belum pernah mendengar Paradoks Kassandra atau Cassandra Paradox.  Maka mari kita bahas hal yang baru ini dari beberapa sudut dan apa kaitannya dengan kondisi akhir - akhir ini yang sudah terjadi di Indonesia. Setidaknya selama 9 bulan terakhir. Apa kaitannya dengan paradoks ini? Apa kaitannya dengan kebencanaan negeri kita? Dan bagaimana mencegah bencana menjadi hal buruk atau sangat buruk?

Kassandra atau Cassandra dalam sejarahnya berasal dari nama seorang putri kerajaan Troya dalam mitologi Yunani. Seorang putri cantik yang dicintai Dewa Apollo dan diberikan berkah kekuatan dapat memprediksi kejadian di masa mendatang oleh dewa ini. Namun, karena Kassandra sendiri tidak mencintai dan menolak Apollo, maka diberikan kutukan tambahan dalam kekuatannya, yaitu tak seorang pun akan mempercayai ramalannya, meskipun selalu benar. Dalam konteks era kekinian yang penuh modernitas, Kassandra Paradoks merujuk pada fenomena ketika seseorang atau kelompok (umumnya cerdik pandai / ilmuwan / pakar di bidangnya) memberikan peringatan penting tentang bencana atau krisis yang akan datang, namun acap kali diabaikan oleh masyarakat atau pengambil kebijakan karena dianggap pesimis atau tidak sejalan dengan narasi dominan atau kemajuan industri atau kekuatan ekonomi. Bisa juga dianggap menghambat modernitas dan pembangunan suatu bangsa atau kelompok tertentu. Lebih tepatnya, tidak populer dan dianggap anti-pembangunan.


Konsep paradoks Kassandra ini membuat banyak kejadian, baik di sebuah bangsa maupun di sebuah negara, menjadi kerawanan dan acapkali menjadi bencana besar dengan korban puluhan hingga ribuan. Misalnya, di negeri indah kita ini, sudah berapa kali para pakar dan ilmuwan memberikan informasi dan peringatan yang berdasarkan ilmu yang mereka kuasai dan bukan sekadar tebakan tentunya. Mungkin hanya waktu saja yang menjadi penghalang yang membuat mereka tidak mampu menentukan hari, menit, dan detik kejadian secara tepat dan akurat. Bukan karena tidak bisa, tapi sampai saat ini belum ada alat yang bisa dibuktikan secara ilmiah mampu menghitung waktu kejadian. Bagaimanapun, peringatan ini pastinya sudah diprediksi dan sudah sesuai dengan kepakaran mereka.

Bagaimana pengetahuan dari ilmu pakar atau ahli di bidang kebencanaan ini seharusnya dipakai? Kita ambil contoh saja tentang ilmu gunung berapi yang baru saja terjadi beberapa hari lalu, bencana ringannya. Pakar ke Gunung Apian dari Kementerian ESDM pada dokumen LAPORAN KHUSUS Nomor : 1154.Lap/GL.03/BGL.2026  ini sudah memberikan informasi di websitenya sejak Juli 2026. Bahkan di sana sudah ada foto sebagai bukti fisik dan data rekaman alat - alat pelacak yang ditampilkan. Namun, sepertinya pemerintah daerah di dua provinsi terdekat, Lampung dan Banten, tidak menyebarluaskan potensi abu vulkanik atau minimal mengundang media untuk membahas risiko yang akan dihadapi penduduknya. Entah karena dianggap tidak penting atau memang dirasa masih aman jika memang terjadi atau memang waktunya masih lama.

Namun, tidak lama kemudian, kejadian dari informasi ini dipasang di situs web Kementerian ESDM. Pada bulan September, letusan yang sudah diperingatkan lembaga resmi ini pun akhirnya benar - benar nyata. Letusan pada hari Jumat dan Sabtu berdampak hingga hari Senin dan Selasa, bahkan bukan hanya di 2 provinsi, melainkan hingga lebih dari 4 provinsi, termasuk Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Bahkan ada laporan di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yang sempat mendapati abu vulkanik dari letusan ini di wilayahnya, walau lebih tipis.


Betapa sulitnya untuk mengerti bahwa ilmu pengetahuan sudah bukan hanya meramalkan, namun sudah sampai pada memprediksi, sebuah data valid dan berdasar hal ilmiah bukan lagi tebak - tebakan untuk dipercayai masyarakat kita dan terlebih pejabat negara ini yang seharusnya sudah lebih melek dan paham pendidikan tinggi. Melihat data dan mempelajari data sudah seharusnya dipahami dan disebarkan untuk keselamatan dan kesehatan kita semua. Data sudah di depan mata, Jika tidak digunakan dengan tepat dan sesuai kepentingannya, malah hanya jadi sekadar data. Namun, jika data sudah dipergunakan dengan tepat dan sesuai kebutuhan, maka bisa menyelamatkan. Sudah saatnya warga negara ini dibuat lebih bernalar dan berakal. Sekadar percaya tahayul dan percaya bahwa semua sudah waktunya dan semua sudah takdirnya harus mulai pelan - pelan diseimbangkan, sehingga tidak memakan korban lebih banyak. Sehingga nyawa manusia menjadi hal berharga, bukan karena dugaan dan bukan sekadar karena ini adalah takdir.

Bagaimana dengan pengetahuan terkait Sesar Lembang? Saya akan membahas di blog ini di post selanjutnya.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay


--
0

 


Dibagian kedua ini, saya akan menceritakan sistem operasi Windows paling ikonik. Aplikasi atau perangkat lunak paling banyak di pakai di seluruh dunia. Sesuai gambar yang saya unggah di blog ini. Juga kita akan melihat data pengguna Microsoft paling laku di dunia dan mengapa masih banyak yang menggunakan MS XP ini. 


Pertama, mari kita lihat kepanjangan dari XP pada sistem operasi ini. Ada beberapa penjelasan dari kepanjangannya. XP bisa diartikan sebagai eXPerience, ya, sebuah hal yang ingin dibuat Microsoft sebagai pengalaman indah atau pengalaman baru bagi seluruh pengguna di dunia. Sistem operasi pertama di dunia yang menawarkan gambar dan warna yang menarik saat itu. Dunia yang sudah tidak hitam putih atau sekadar abu - abu seperti pada OS sebelumnya atau seperti DOS yang hanya berwarna hitam pekat dan putih tulisannya. Dunia pertama yang sangat visual appeal alias menarik dan cakep di mata pengguna Microsoft dan mungkin pencinta produk Microsoft sejak Win 3.1 atau Win NT 3.1 dan Windows 2000 atau bahkan Windows Me.


Microsoft XP ini juga merupakan salah satu produk terbaik kala itu setelah versi Windows sebelumnya yang dianggap kurang sukses dan tidak menarik secara tampilan. XP sendiri setelah diluncurkan menjadi sistem operasi paling banyak digunakan, sejalan dengan bertambahnya jumlah pengguna PC di seluruh dunia yang terus bertambah, bahkan mencapai miliaran. Keuntungan XP selain tampak indah secara visual desain, OS ini juga paling ringan dengan tampilan yang dianggap berkelas. Lalu XP juga sistem operasi paling mudah diinstal, dimodifikasi, hingga paling lengkap  tools-nya saat itu bagi pengguna Windows, tentu saja dengan versi di bawahnya.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay


--
0

 








Pernahkah melihat tampilan antarmuka dari sistem operasi buatan paling awal dari Microsoft seperti ini?

Saya mengalami era awal dengan tampilan antarmuka (User Interface) seperti ini di era SD sejak rumah saya kedatangan CPU dengan prosesor Intel Pentium 1. Suatu hal yang saya, sebagai seorang, sangat senang karena memiliki alat permainan yang kala itu sudah sangat keren, walau baru ada game 2D hitam putih dan belum berwarna. Misalnya, permainan pac-man dan Tetris yang area permainannya sebelumnya hanya saya lihat di gadget milik teman. Ayah saya, walau seorang lulusan teknisi, namun tidak pernah memanjakan kami dengan konsol permainan seperti Nintendo atau playstation. Inilah alat permainan dan alat belajar saya : PC dengan otak Pentium 1 dan Windows paling awal yang saya sangat ingat bentuk dan tampilannya sampai sekarang. Masa-masa indah saat dunia seakan baru saja terbuka.

Alat ini juga yang membuka dan menyadarkan saya akan kemajuan teknologi di era tersebut. Sejak SD, saya sudah sering meminjam alat ini bersama kakak saya, jika dia menggunakan PC untuk membuat tugas kuliah dan persiapan skripsinya sambil main tipis - tipis agar ada hiburan kilahnya. Kalau saya, bukan sekadar alat bermain game lawas, melainkan juga untuk belajar membuat tulisan tentang sekolah saya kala itu. Tulisan tentang apa pun yang saya bahkan lupa - lupa ingat saat ini. Namun, saya ingat, setiap saya membuat tulisan dengan sistem operasi ini, Ayah saya sering melihat saya mengetik dan membuat format berbagai bentuk.

Kegemaran saya mengutak-atik di Word pada sistem operasi Windows, terutama juga inilah yang membuat saya mulai menggemari aplikasi - aplikasi buatan Microsoft, tidak terkecuali Excel dan PowerPoint. Rasanya baru kemarin saya belajar menyalakan komputer kakak sebagai hadiah dari Ayah dan membuat ketikan pertama. Walaupun saya tidak menggunakan komputer sesering kakak atau saya pribadi. Beliau paham mengetik dan membuat laporan sederhana dengan alat ini. Karena beliau juga sering membuat laporan dengan Ms. Word dan aplikasi sistem terkomputerisasi di tempatnya bekerja. Aplikasi - aplikasi yang sudah saya kuasai di rumah jadi terasa mundur ketika di SMP saya pribadi masih menggunakan Wordstar dan Lotus 1-2-3. Di rumah sudah menggunakan aplikasi lebih visual, lalu di sekolah kembali ke lingkungan model diketik tipe CLI (command line interface), sebuah hal yang saat itu terasa amat aneh bagi saya, seakan mempelajari 2 hal canggih namun dengan jarak yang terpaut sangat jauh.

Wordstar dan Microsoft Word adalah aplikasi yang memiliki fungsi yang sama, namun dengan tampilan yang sangat jauh berbeda. Walaupun saya sudah akrab dengan tampilan visual, mengaktifkan mode di DOS dan WIndows sendiri terasa seakan belajar dua hal sekaligus saat itu. Seru, namun membuat saya kadang memprotes guru/pengajar ilmu komputer saya, yang saat itu belum mengenal istilah TIK atau Informatika. Walaupun SMP saya adalah sekolah kecil, namun fasilitas sekolah saat itu sudah lebih dari cukup. Uniknya, saat itu perangkat komputer bersifat mobile alias belum terpasang di satu ruangan khusus, namun berpindah sesuai dengan jadwal di sekolah kami atau di sekolah lain yang masih satu yayasan. Jadwal praktik komputer saat itu bergantian dengan sekolah lain dalam 1 kawasan di Jakarta Utara.

Ada 3 sekolah dengan jadwal bergantian, Kadang kami pun diminta membantu mengangkat dan memindahkan peralatan saat jadwal praktik. Hal yang membuat saya juga jadi belajar praktik memasang dan mencopot perangkat keras kala itu. Belajar langsung bahwa praktik komputer karena membantu guru komputer yang datang seminggu sekali kala itu. Padahal di rumah saya sudah belajar Windows 3.1 dan bukan DOS lagi. Namun, menurut ayah saya, saat saya menginfokan bahwa mata pelajaran komputer yang ada di sekolah harus diikuti. Lebih baik diam dan jangan menyakiti perasaan guru komputer-mu, begitu menurut beliau, berbicara bijak.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan
om Jay


--
0




Apakah kita menyadari satu hal saat pertama kali melihat sesuatu? Misalnya jika kita melihat hari ini dan mau menggunakan kolom komentar pada web berbasis blog yang dimiliki Google. Kita akan melihat seperti gambar dibawah ini. Karena saya seorang blog walker dan suka membaca dan mengomentari isi sebuah blog dan kadang memberi emoticon pada sebuah blog menarik dari judul dan isinya. Maka saya langsung sadar, ada hal yang salah dan tidak pada biasanya dan tidak pada seharusnya.


Begitulah teknologi, apa yang kita lihat hari ini bisa saja beruabh esok hari dan seterusnya. Apa yang kita pahami hari ini, apa yang kita lihat hari ini atau kemarin, bisa saja juga berubah tadi malam. Semua kita lihat dan kita rasa permanen kadang jadi hal lawas di esok pagi dan hari seterusnya. Sistem yang kita lihat dan berjalan normal hari ini, bisa jadi error atau malahan tidak jalan sama sekali. Begitu cepatnya tenologi dan sistem berubah.
Kita sering melihat apa yang lalu terkadang sebagai hal saat ini dan besok mungkin akan ada lagi. mata dan pikiran kita meilhat dan hanya ingin menerima jika suatu hal yang kita lihat sebelumnya, besok atau lusa pasti ada dalam sebuah aplikasi berbasis web. Padahal tidak selalu demikian dan akan selalu demikian.
 
Saya baru mengalaminya Jumat lalu. mengikuti sebuah pelatihan di sebuah sekolah dari Guru Informatika yang berada di wilayah kami. Guru ini menyebutkan sebuah fitur yang nampaknya menjadi andalan beliau untuk membuat materi ini terlihat mudah dan lebih cepat dikerjakan. Apalagi dengan fitur AI yang dilatih dari pelatih kemendikdasmen sebelumnya, beliau begitu yakin dengan fitur penting ini. Namun siang itu, apa yang beliau cari ternyata fiturnya hari itu tiba - tiba menghilang tanpa jejak begitu saja. fitur penghubung antara aplikasi Gemini dan Google Flownya tiba - tiba menghilang. Beliau mencoba meyakinkan kami bahwa data ada namun, fitur mendadak hilang begitu saja dalam hitungan jam sebelum pelatihan kecil ini. Suatu hal yang tidak pernah beliau duga.

Maka bisa dikatakan, apa yang kita sadari saat melihat di hari ini, bisa saja besok atau bahkan beberapa jam akan hilang dan diganti atau berubah.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan
om Jay

 

--
0


 

    Mungkin tidak banyak orang yang pernah mendengar web bernama LinkedIn. web buatan Reid Hoffman yang dibuat ide dan dikembangkan awal di ruang tamu rumahnya sejak 2003. Kemudian berpindah di kantor wilayah Mountain View, California Amerika Serikat. Reid sendiri merupakan orang lama di dunia teknologi informasi, dahulu merupakan eks-eksekutif Paypal, perusahaan milik Elon Musk yang sangat terkenal di dunia teknologi. Sehingga aplikasi ini menjadi sangat terkenal di kalangan profesional pencari kerja dan perekrut kerja di dunia sekitar 2006 dengan mulainya tingkat keuntungan atau  profit  yang mulai terlihat yang sejalan dengan keuntungan dari pengguna yang terus bertumbuh. Perusahaan semakin berkembang dan mendapatkan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdananya di 2011.

setelah resmi semakin menguntungkan, maka perusahaan besar lain seperti Microsoft mulai membeli sebagian besar sahamnya di 2016 dengan proses akuisisi senilai $26.2 million atau setara Rp 461.9 trilyun jika di konversi ke nilai tukar hari ini di 6 September 2026. Kenapa Microsoft sebagai perusahaan yang pernah memonopoli perangkat lunak dunia seperti operating system Windows-nya yang terkenal atau aplikasi lunak office-nya yang saat ini masih mendominasi sebagai jawara aplikasi lunak terbanyak dipakai di Laptop dan PC baik yang resmi maupun bajakan di Indonesia. Perusahaan ini jika mengakuisisi, pastinya ada pertimbangan bisnis dan adanya kepentingan ekonomi maha besar. Jadi LinkedIn memang memonopoli juga seperti Microsoft di era Pendiri nya Bill Gates, sampai akhirnya kalah di pengadilan Eropa. Tentu LinkedIn diharapkan bisa memonopoli pasar yang diemban aplikasi berbasis web ini.
 
Apa yang dapat digunakan pada LinkedIn saat ini?
Pertama, ini adalah aplikasi pertama yang menghubungkan perusahaan multinasional dan Nasional di Indonesia yang menghubungkan informasi langsung dengan pekerjanya yang sudah karyawan tetap sebagai anggota. kedua, aplikasi ini menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja baik level awal sampai yang sudah profesional. Ketiga aplikasi ini menghubungkan bagian HRD (Human Resources Department) atau bagian pemberi kerja yang dapat langsung terhubung dengan pencari kerja tanpa ditengahi perusahaan lain alias tanpa Outsourcing system yang terkenal memberikan kesulitan seperti potongan upah kerja besar atau sistem kontrak yang tidak jelas. Sehingga LinkedIn semacam pasar terbuka tiga rangkai sekaligus: perusahaan utama, perwakilan perusahaan melalui HRD dan pencari kerja level tertentu. Biasanya dengan kemampuan dan keahlian tingkat menengah dan mahir.

LinkedIn digunakan untuk perekrutan lintas negara bahkan lintas benua, hingga saat ini sangat mampu digunakan. Banyak pekerja lokal Indonesia saat ini bisa bekerja di luar negri tanpa harus hadir terlebih dahulu di sesi interview di Amerika Serikat atau Eropa dengan membuang uang mahal untuk mendapat pekerjaan Impian dengan keuntungan /  benefit  bentuk Dollar atau Euro. Bahkan pekerja dengan keahlian spesifik bahkan sekarang sudah dicari pencari pekerja / perekrut perusahaan (HeadHunter) besar luar negri langsung di Indonesia. Baik dengan Interview atau bisa datang langsung ke perusahaan perekrut sebagai wakil perusahaan asing tersebut di Indonesia.
 
Dengan kondisi ini, aplikasi ini memiliki secara langsung data diri dan menyimpan jutaan orang - orang yang berkeahlian tingkat menengah hingga tinggi, tidak hanya di bidang informatika namun juga orang - orang di bidang akutansi, ekonomi dan keahlian - keahlian lainnya. Perusahaan juga dapat mengakses dan melihat karyawan - karyawan potensial dari perusahaan saingan maupun divisi - divisi internal perusahaan lain, lengkap dengan seluruh isi tim yang terkoneksi. Inilah kekuatan sebenarnya dari LinkedIn. Jadi jika dahulu orang - orang profesional hanya dapat di lihat oleh rekan se-profesi atau yang tergabung dalam profesi yang sama. Saat ini cukup dengan bergabung sebagai pengguna LinkedIn maka kita dapat membuka basis data sebagian pekerja profesioaal di seluruh dunia. Apalagi jika kita pengguna tingkat / level  Premium maka kita mampu melihat seluruh fungsi LinkedIn. Mulai dari melihat perusahaan, melihat siapa yang tertarik dengan keahlian kita baik secara perorangan, orang-orang perekrut Headhunter hingga perwakilan perusahaan langsung seperti staff atau level C (Chief) manajemen di perusahaan tersebut.
 
Maka jika kita bertanya dan ingin tahu perusahaan apa yang merekrut, siapa yang direkrut dan kebutuhan perusahaan itu seperti apa setiap waktu. LinkedIn adalah web paling dicari di dunia. Maka Microsoft sebagai pemilik saat ini, sangat mudah melihat rekanan bisnisnya atau bahkan pesaingnya dalam perekrutan karyawan terbaik di seluruh dunia. Walaupun pastinya masih tidak 100% membuka tabir rahasia perusahaan, namun setidaknya sudah 90-95% rahasia pekerja di sebuah perusahaan sangat jelas mudah di akses. Jadi pekerja profesional sekarang selain harus memiliki kompetensi resmi bidangnya, setidaknya agar diakui adalah wajib memiliki akun LinkedIn.
Apakah anda memilikinya?


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay



--
0

        Sekolah sejatinya adalah rumah kedua. Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk ancaman agar proses penyerapan ilmu serta pembentukan karakter dapat berjalan optimal. Untuk menjamin hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menetapkan regulasi tegas mengenai pencegahan kekerasan. Merujuk pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP), terdapat 6 (enam) kategori kekerasan yang dilarang keras terjadi di lingkungan sekolah. Sebagai pendidik, saya ingin mengajak Anda semua untuk mengenali kategori-kategori tersebut agar kita bisa bersama-sama melakukan pencegahan.

Berikut adalah enam kategori kekerasan dalam dunia pendidikan:
1. Kekerasan Fisik
Ini adalah bentuk kekerasan yang paling kasatmata. Kekerasan fisik melibatkan kontak langsung oleh pelaku terhadap korban, baik menggunakan alat bantu maupun tidak. Contoh dari hal - hal yang dimaksud adalah memukul, menendang, perkelahian, tawuran, penganiayaan, hingga eksploitasi ekonomi melalui kerja paksa di lingkungan sekolah.

2. Kekerasan Psikis
Berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan psikis menyerang mental dan emosional korban tanpa adanya kontak fisik. Tujuannya adalah untuk merendahkan, menghina, menakuti, atau membuat perasaan korban menjadi tidak nyaman. Antara lain pengucilan, penolakan dalam kelompok, penghinaan, penyebaran rumor atau fitnah, panggilan yang mengejek (mencela nama orang tua/fisik), intimidasi, dan teror.
3. Perundungan (Bullying)
Perundungan merupakan irisan dari kekerasan fisik dan/atau psikis, namun memiliki dua karakteristik utama: dilakukan secara berulang dan didasari oleh ketimpangan relasi kuasa (pelaku merasa lebih kuat, lebih senior, atau lebih berkuasa daripada korban). Tindakan kategori ini termasuk, jika sekelompok siswa senior yang secara rutin memalak atau mengolok-olok siswa junior setiap jam istirahat.
 4. Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual mencakup setiap perbuatan yang merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang bagian tubuh serta fungsi reproduksi seseorang. Tindakan ini dapat terjadi secara langsung maupun melalui media daring. Contohnya pelecehan fisik, ujaran bernuansa seksual, mengintip ruang ganti/toilet, membagikan foto pribadi korban tanpa izin, hingga pemberian hukuman dari pendidik yang memiliki nuansa seksual.
5. Diskriminasi dan Intoleransi
Lingkungan belajar harus menghargai kebinekaan. Tindakan diskriminasi dan intoleransi terjadi ketika ada pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan yang merugikan hak peserta didik. Hal yang termasuk ke dalam kategori ini adalah, membeda-bedakan perlakuan atau menghalangi hak siswa berdasarkan suku, agama, ras, warna kulit, jenis kelamin, status sosial ekonomi, maupun kondisi disabilitas (kemampuan intelektual, mental, sensorik, dan fisik).
6. Kebijakan yang Mengandung Kekerasan
Kategori ini sering kali luput dari perhatian karena bersifat sistemik. Kebijakan yang mengandung kekerasan adalah segala bentuk keputusan (baik tertulis maupun tidak tertulis) di satuan pendidikan yang berpotensi menimbulkan atau melegitimasi terjadinya kekerasan. Contohnya antara lain peraturan sekolah yang mewajibkan hukuman fisik bagi siswa yang terlambat, atau aturan berpakaian yang diiringi sanksi diskriminatif terhadap kelompok tertentu.
Mencegah kekerasan bukan hanya tugas kepala sekolah atau guru bimbingan dan konseling, melainkan tanggung jawab kita bersama. Jika Anda melihat atau mengetahui adanya indikasi dari keenam bentuk kekerasan di atas, jangan ragu untuk melapor. Mari bersinergi menciptakan ruang belajar yang merdeka dari kekerasan.


Naskah resmi berbantu AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay



--
0


 

        Setelah kita mengetahui pengertian Fatherless dan dampak serta akibat yang ditimbulkan dari hal ini pada tulisan saya Cara Pendidik membantu Siswa - Siswi "Fatherless" pada bagian satu dan bagian kedua. Maka hal – hal berikut kita dapat berikan pemahaman dan pengertian yang cukup terkait hal ini.

 

1. Jika seorang anak laki-laki kurang memiliki peran seorang ayah, maka kita sebagai guru pria mencoba memberi pemahaman dan konsep-konsep sebagai pria. Misalnya, konsep tentang bagaimana seorang laki-laki harus bisa memperbaiki benda-benda, meminta maaf, dan memperbaiki kesalahan yang dibuat. Memberi pengertian dan cara bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik, misalnya tidak memaki dan tidak memukul perempuan, memberikan konsep kedisiplinan dan kerapian serta tanggung jawab sebagai laki – laki yang benar. Selain itu juga bisa ditanamkan nilai-nilai sebagai laki – laki anti-merokok, agar hidupnya sehat serta suka olahraga. Ajak beribadah teratur sebagai kepala keluarga di kemudian hari. Juga kitab isa memberikan pengetahuan tentang laki – laki harus bagaimana bersikap dan berprilaku di depan umum. Serta memberikan kegiatan-kegiatan yang baik dan benar sebagai laki – laki. Tentunya dengan memberikan contoh-contoh kebaikan dan tindakan terpuji. Sehingga mereka memiliki gambaran seorang ayah dan gambaran pria yang tepat.

2. Jika seorang guru Perempuan memberikan contoh kepada murid laki – laki. Berikan kepada mereka penjelasan tentang bagaimana menjadi imam dan kepala keluarga yang baik. Berikan konsep saying kepada keluarga baik kepada kakak atau adiknya, kepada ibunya. Berikan cara-cara yang tepat untuk melindungi perempuan dan anak-anak (atau adik kelasnya jika di sekolah). Berikan contoh kasih sayang seorang ibu yang peduli anaknya. Ciptakan rasa memiliki keluarga yang baik dan tepat. Ajarkan cara mencuci baju atau mencuci piring sehingga mereka tidak menganggap itu pekerjaan perempuan saja. Ajarkan juga menjaga kebersihan rumah (dan sekolah jika di kelas dan sekolahnya) agar mereka paham bahwa menjaga kebersihan adalah tugas tidak hanya perempuan saja.

 3. Jika seorang siswa atau siswi tidak hanya punya sosok ayah, namun membenci perilaku buruk ayahnya dan tidak menginginkan sosok ayah sama sekali. Jika hal seperti ini terjadi, coba dengarkan konsep seorang ayah dari mereka. gali pengetahuan kenapa mereka membenci sosok ayah dalam hidup mereka. Setelah itu perlahan dijelaskan bagaimana sosok ayah yang benar seharusnya. Jika mereka tidak menerima sosok ayah yang positif, jangan dipaksakan atau dibantah langsung bahwa mereka harus menerima sosok ayah dalam hidup mereka. Tujuannya bukan mereka dipaksa menerima langsung, namun pelan-pelan diajak melihat hal-hal positif pada ayah yang mereka lihat di rumah atau dalam keseharian mereka. Mereka jangan sampai dibiarkan membenci ayahnya, baik ayah kandung yang dibenci karena bercerai dan meninggalkan mereka ataupun ayah yang dibenci karena misalnya perilaku negatifnya (memukul, merokok parah, minum alkohol, dan lain-lain). Berikan konsep, jika ayah mereka demikian, maka tetap harus berperilaku baik agar mereka tidak memiliki kepahitan hidup dengan kondisi ayah mereka. Jika anak laki – laki yang membenci, berikan bahwa kelak mereka tidak berperilaku demikian kepada anak mereka, jadikan mereka pemutus mata rantai kebencian. Jika anak perempuan membenci sosok ayah mereka, berikan mereka penjelasan tentang contoh kasih sayang yang benar dan berikan gambaran positif tentang sosok orang tua yang baik dan tepat. Jadi kelak jika mereka memilih pasangan, menemukan sosok pria yang tepat dan bukan laki – laki yang mungkin “bermasalah” dalam hidup mereka.

Demikian sedikit yang mungkin dapat kita bantu, Jika ada di antara murid atau siswa-siswi kita yang memiliki konsep fatherless atau sosok ayah yang tidak ada atau sosok ayah yang punya perilaku kurang positif dan membuat mereka jadi membenci sosok yang seharusnya memberi contoh baik dan memberi kasih sayang yang tepat.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay