Mungkin ada yang pernah melihat sistem operasi ini
Pernah kah melihat tampilan antar muka dari sistem operasi buatan paling awal dari Microsoft seperti ini? Saya mengalami era awal dengan tampilan antar muka (User Interface) seperti ini di era SD sejak rumah saya kedatangan CPU dengan Prosessor Intel Pentium 1
Apakah kita menyadari satu hal saat pertama kali melihat sesuatu? Misalnya jika kita melihat hari ini dan mau menggunakan kolom komentar pada web berbasis blog yang dimiliki Google. Kita akan melihat seperti gambar dibawah ini. Karena saya seorang blog walker dan suka membaca dan mengomentari isi sebuah blog dan kadang memberi emoticon pada sebuah blog menarik dari judul dan isinya. Maka saya langsung sadar, ada hal yang salah dan tidak pada biasanya dan tidak pada seharusnya.
Begitulah
teknologi, apa yang kita lihat hari ini bisa saja beruabh esok hari dan
seterusnya. Apa yang kita pahami hari ini, apa yang kita lihat hari ini atau
kemarin, bisa saja juga berubah tadi malam. Semua kita lihat dan kita rasa
permanen kadang jadi hal lawas di esok pagi dan hari seterusnya. Sistem yang
kita lihat dan berjalan normal hari ini, bisa jadi error atau
malahan tidak jalan sama sekali. Begitu cepatnya tenologi dan sistem berubah. Kita
sering melihat apa yang lalu terkadang sebagai hal saat ini dan besok mungkin
akan ada lagi. mata dan pikiran kita meilhat dan hanya ingin menerima jika
suatu hal yang kita lihat sebelumnya, besok atau lusa pasti ada dalam sebuah
aplikasi berbasis web. Padahal tidak selalu demikian dan akan selalu demikian. Saya
baru mengalaminya Jumat lalu. mengikuti sebuah pelatihan di sebuah sekolah dari
Guru Informatika yang berada di wilayah kami. Guru ini menyebutkan sebuah fitur
yang nampaknya menjadi andalan beliau untuk membuat materi ini terlihat mudah
dan lebih cepat dikerjakan. Apalagi dengan fitur AI yang dilatih dari pelatih
kemendikdasmen sebelumnya, beliau begitu yakin dengan fitur penting ini. Namun
siang itu, apa yang beliau cari ternyata fiturnya hari itu tiba - tiba
menghilang tanpa jejak begitu saja. fitur penghubung antara aplikasi Gemini dan
Google Flownya tiba - tiba menghilang. Beliau mencoba meyakinkan kami bahwa
data ada namun, fitur mendadak hilang begitu saja dalam hitungan jam sebelum
pelatihan kecil ini. Suatu hal yang tidak pernah beliau duga.
Maka
bisa dikatakan, apa yang kita sadari saat melihat di hari ini, bisa saja besok
atau bahkan beberapa jam akan hilang dan diganti atau berubah.
Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog kerja sama dengan om Jay
Mungkin tidak
banyak orang yang pernah mendengar web bernama LinkedIn. web buatan Reid
Hoffman yang dibuat ide dan dikembangkan awal di ruang tamu rumahnya sejak
2003. Kemudian berpindah di kantor wilayah Mountain View, California Amerika
Serikat. Reid sendiri merupakan orang lama di dunia teknologi informasi, dahulu
merupakan eks-eksekutif Paypal, perusahaan milik Elon Musk yang sangat terkenal
di dunia teknologi. Sehingga aplikasi ini menjadi sangat terkenal di kalangan
profesional pencari kerja dan perekrut kerja di dunia sekitar 2006 dengan
mulainya tingkat keuntungan atau profit yang mulai
terlihat yang sejalan dengan keuntungan dari pengguna yang terus bertumbuh.
Perusahaan semakin berkembang dan mendapatkan IPO (Initial Public Offering)
atau penawaran saham perdananya di 2011.
setelah resmi semakin
menguntungkan, maka perusahaan besar lain seperti Microsoft mulai membeli
sebagian besar sahamnya di 2016 dengan proses akuisisi senilai $26.2 million
atau setara Rp 461.9 trilyun jika di konversi ke nilai tukar hari ini di 6 September 2026. Kenapa Microsoft sebagai perusahaan yang pernah memonopoli
perangkat lunak dunia seperti operating system Windows-nya
yang terkenal atau aplikasi lunak office-nya yang saat ini masih
mendominasi sebagai jawara aplikasi lunak terbanyak dipakai di Laptop dan PC
baik yang resmi maupun bajakan di Indonesia. Perusahaan ini jika mengakuisisi,
pastinya ada pertimbangan bisnis dan adanya kepentingan ekonomi maha besar.
Jadi LinkedIn memang memonopoli juga seperti Microsoft di era Pendiri nya Bill
Gates, sampai akhirnya kalah di pengadilan Eropa. Tentu LinkedIn diharapkan
bisa memonopoli pasar yang diemban aplikasi berbasis web ini. Apa yang dapat digunakan pada
LinkedIn saat ini? Pertama, ini adalah aplikasi
pertama yang menghubungkan perusahaan multinasional dan Nasional di Indonesia
yang menghubungkan informasi langsung dengan pekerjanya yang sudah karyawan
tetap sebagai anggota. kedua, aplikasi ini menghubungkan perusahaan dengan
pencari kerja baik level awal sampai yang sudah profesional. Ketiga aplikasi
ini menghubungkan bagian HRD (Human Resources Department) atau bagian
pemberi kerja yang dapat langsung terhubung dengan pencari kerja tanpa
ditengahi perusahaan lain alias tanpa Outsourcing system yang
terkenal memberikan kesulitan seperti potongan upah kerja besar atau sistem
kontrak yang tidak jelas. Sehingga LinkedIn semacam pasar terbuka tiga rangkai
sekaligus: perusahaan utama, perwakilan perusahaan melalui HRD dan pencari
kerja level tertentu. Biasanya dengan kemampuan dan keahlian tingkat menengah
dan mahir.
LinkedIn digunakan untuk
perekrutan lintas negara bahkan lintas benua, hingga saat ini sangat mampu
digunakan. Banyak pekerja lokal Indonesia saat ini bisa bekerja di luar negri
tanpa harus hadir terlebih dahulu di sesi interview di Amerika Serikat atau Eropa
dengan membuang uang mahal untuk mendapat pekerjaan Impian dengan keuntungan
/ benefit bentuk Dollar atau Euro. Bahkan pekerja
dengan keahlian spesifik bahkan sekarang sudah dicari pencari pekerja /
perekrut perusahaan (HeadHunter) besar luar negri langsung di Indonesia.
Baik dengan Interview atau bisa datang langsung ke perusahaan perekrut sebagai
wakil perusahaan asing tersebut di Indonesia. Dengan kondisi ini, aplikasi ini
memiliki secara langsung data diri dan menyimpan jutaan orang - orang yang
berkeahlian tingkat menengah hingga tinggi, tidak hanya di bidang informatika
namun juga orang - orang di bidang akutansi, ekonomi dan keahlian - keahlian
lainnya. Perusahaan juga dapat mengakses dan melihat karyawan - karyawan
potensial dari perusahaan saingan maupun divisi - divisi internal perusahaan
lain, lengkap dengan seluruh isi tim yang terkoneksi. Inilah kekuatan
sebenarnya dari LinkedIn. Jadi jika dahulu orang - orang profesional hanya
dapat di lihat oleh rekan se-profesi atau yang tergabung dalam profesi yang
sama. Saat ini cukup dengan bergabung sebagai pengguna LinkedIn maka kita dapat
membuka basis data sebagian pekerja profesioaal di seluruh dunia. Apalagi jika
kita pengguna tingkat / level Premium maka
kita mampu melihat seluruh fungsi LinkedIn. Mulai dari melihat perusahaan,
melihat siapa yang tertarik dengan keahlian kita baik secara perorangan,
orang-orang perekrut Headhunter hingga perwakilan perusahaan
langsung seperti staff atau level C (Chief) manajemen di perusahaan
tersebut. Maka jika kita bertanya dan
ingin tahu perusahaan apa yang merekrut, siapa yang direkrut dan kebutuhan
perusahaan itu seperti apa setiap waktu. LinkedIn adalah web paling dicari di
dunia. Maka Microsoft sebagai pemilik saat ini, sangat mudah melihat rekanan
bisnisnya atau bahkan pesaingnya dalam perekrutan karyawan terbaik di seluruh
dunia. Walaupun pastinya masih tidak 100% membuka tabir rahasia perusahaan,
namun setidaknya sudah 90-95% rahasia pekerja di sebuah perusahaan sangat jelas
mudah di akses. Jadi pekerja profesional sekarang selain harus memiliki
kompetensi resmi bidangnya, setidaknya agar diakui adalah wajib memiliki akun
LinkedIn. Apakah anda memilikinya?
Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog kerja sama dengan om Jay