--
0


 

    Mungkin tidak banyak orang yang pernah mendengar web bernama LinkedIn. web buatan Reid Hoffman yang dibuat ide dan dikembangkan awal di ruang tamu rumahnya sejak 2003. Kemudian berpindah di kantor wilayah Mountain View, California Amerika Serikat. Reid sendiri merupakan orang lama di dunia teknologi informasi, dahulu merupakan eks-eksekutif Paypal, perusahaan milik Elon Musk yang sangat terkenal di dunia teknologi. Sehingga aplikasi ini menjadi sangat terkenal di kalangan profesional pencari kerja dan perekrut kerja di dunia sekitar 2006 dengan mulainya tingkat keuntungan atau  profit  yang mulai terlihat yang sejalan dengan keuntungan dari pengguna yang terus bertumbuh. Perusahaan semakin berkembang dan mendapatkan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdananya di 2011.

setelah resmi semakin menguntungkan, maka perusahaan besar lain seperti Microsoft mulai membeli sebagian besar sahamnya di 2016 dengan proses akuisisi senilai $26.2 million atau setara Rp 461.9 trilyun jika di konversi ke nilai tukar hari ini di 6 September 2026. Kenapa Microsoft sebagai perusahaan yang pernah memonopoli perangkat lunak dunia seperti operating system Windows-nya yang terkenal atau aplikasi lunak office-nya yang saat ini masih mendominasi sebagai jawara aplikasi lunak terbanyak dipakai di Laptop dan PC baik yang resmi maupun bajakan di Indonesia. Perusahaan ini jika mengakuisisi, pastinya ada pertimbangan bisnis dan adanya kepentingan ekonomi maha besar. Jadi LinkedIn memang memonopoli juga seperti Microsoft di era Pendiri nya Bill Gates, sampai akhirnya kalah di pengadilan Eropa. Tentu LinkedIn diharapkan bisa memonopoli pasar yang diemban aplikasi berbasis web ini.
 
Apa yang dapat digunakan pada LinkedIn saat ini?
Pertama, ini adalah aplikasi pertama yang menghubungkan perusahaan multinasional dan Nasional di Indonesia yang menghubungkan informasi langsung dengan pekerjanya yang sudah karyawan tetap sebagai anggota. kedua, aplikasi ini menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja baik level awal sampai yang sudah profesional. Ketiga aplikasi ini menghubungkan bagian HRD (Human Resources Department) atau bagian pemberi kerja yang dapat langsung terhubung dengan pencari kerja tanpa ditengahi perusahaan lain alias tanpa Outsourcing system yang terkenal memberikan kesulitan seperti potongan upah kerja besar atau sistem kontrak yang tidak jelas. Sehingga LinkedIn semacam pasar terbuka tiga rangkai sekaligus: perusahaan utama, perwakilan perusahaan melalui HRD dan pencari kerja level tertentu. Biasanya dengan kemampuan dan keahlian tingkat menengah dan mahir.

LinkedIn digunakan untuk perekrutan lintas negara bahkan lintas benua, hingga saat ini sangat mampu digunakan. Banyak pekerja lokal Indonesia saat ini bisa bekerja di luar negri tanpa harus hadir terlebih dahulu di sesi interview di Amerika Serikat atau Eropa dengan membuang uang mahal untuk mendapat pekerjaan Impian dengan keuntungan /  benefit  bentuk Dollar atau Euro. Bahkan pekerja dengan keahlian spesifik bahkan sekarang sudah dicari pencari pekerja / perekrut perusahaan (HeadHunter) besar luar negri langsung di Indonesia. Baik dengan Interview atau bisa datang langsung ke perusahaan perekrut sebagai wakil perusahaan asing tersebut di Indonesia.
 
Dengan kondisi ini, aplikasi ini memiliki secara langsung data diri dan menyimpan jutaan orang - orang yang berkeahlian tingkat menengah hingga tinggi, tidak hanya di bidang informatika namun juga orang - orang di bidang akutansi, ekonomi dan keahlian - keahlian lainnya. Perusahaan juga dapat mengakses dan melihat karyawan - karyawan potensial dari perusahaan saingan maupun divisi - divisi internal perusahaan lain, lengkap dengan seluruh isi tim yang terkoneksi. Inilah kekuatan sebenarnya dari LinkedIn. Jadi jika dahulu orang - orang profesional hanya dapat di lihat oleh rekan se-profesi atau yang tergabung dalam profesi yang sama. Saat ini cukup dengan bergabung sebagai pengguna LinkedIn maka kita dapat membuka basis data sebagian pekerja profesioaal di seluruh dunia. Apalagi jika kita pengguna tingkat / level  Premium maka kita mampu melihat seluruh fungsi LinkedIn. Mulai dari melihat perusahaan, melihat siapa yang tertarik dengan keahlian kita baik secara perorangan, orang-orang perekrut Headhunter hingga perwakilan perusahaan langsung seperti staff atau level C (Chief) manajemen di perusahaan tersebut.
 
Maka jika kita bertanya dan ingin tahu perusahaan apa yang merekrut, siapa yang direkrut dan kebutuhan perusahaan itu seperti apa setiap waktu. LinkedIn adalah web paling dicari di dunia. Maka Microsoft sebagai pemilik saat ini, sangat mudah melihat rekanan bisnisnya atau bahkan pesaingnya dalam perekrutan karyawan terbaik di seluruh dunia. Walaupun pastinya masih tidak 100% membuka tabir rahasia perusahaan, namun setidaknya sudah 90-95% rahasia pekerja di sebuah perusahaan sangat jelas mudah di akses. Jadi pekerja profesional sekarang selain harus memiliki kompetensi resmi bidangnya, setidaknya agar diakui adalah wajib memiliki akun LinkedIn.
Apakah anda memilikinya?


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog kerja sama dengan om Jay



No Response to "Berapa banyak orang yang bekerja secara profesional memiliki akun LinkedIn ?"

Posting Komentar

Terima kasih...