--
0


 

        Jika kita melihat Jakarta hari ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banyak hal berubah dan bertambah sesuai dengan jumlah penduduknya. Kota metropolitan menjadi kota megapolitan, bahkan sekarang sudah lebih besar lagi. Banyak perubahan besar di berbagai bidang yang mungkin kita pikir tidak mungkin di era - era sebelumnya. Pembangunan fisiknya pun semakin baik dan membantu warganya menjadi lebih bergerak dan merdeka


Mari kita ambil paling bawah, hal mendasar setiap anugerah TUHAN di kota besar ini. Pada era 1990 sampai awal 2000, sangat menyebalkan bagi pejalan kaki untuk berjalan di trotoar. Kondisi trotoar yang tidak sesuai dengan tubuh dan gerak, banyaknya lubang, serta ubin trotoar yang tidak rata atau bahkan membahayakan pejalan kaki. Namun, kini berjalan kaki bagi banyak pekerja yang kendaraannya tidak sampai di tempat kerja atau bahkan sampai di pintu masuk kantornya pun, merasa lebih nyaman. Misalnya, area sepanjang Sudirman sampai Bundaran Hotel Indonesia atau maju lebih ke arah Monas. Trotoar sudah nyaman, sebagian ditutupi pepohonan dan ada kursi-kursi sekadar untuk duduk agar tidak terlalu lelah.


Kemudian ada kegiatan CFD / Car Free Day dimana pejalan kaki bukan karena terpaksa harus. Berjalan kaki sudah seperti gaya hidup akhir pekan yang wajib dilakukan; baik tua, muda, bahkan anak - anak. Walau terkadang seminggu sekali bagi pekerja di kota ini. Namun setidaknya trotoar di kanan kiri area CFD ini juga sudah sama nyamannya. Suatu hal yang tidak pernah terpikirkan bagi warga Jakarta yang hidup dan tinggal di kota ini 20-30 tahun lalu. Kota yang lebih nyaman tidak hanya di akhir pekan, tetapi juga setiap hari, jadi kota yang lebih baik.


Kemudian kondisi lain juga diperbaiki, misalnya dengan angkutan umum resmi yang disubsidi oleh APBD Pemerintah Daerah Jakarta. Ada JakLingko (gabungan kata Jakarta dan kata jejaring dalam bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur). Awalnya kendaraan gratis ini berasal dari sebutan OkTrip dan disesuaikan dengan kosakata baru yang masuk ke KBBI pada tahun 2018.

Angkutan gratis yang disubsidi penuh ini menawarkan kenyamanan, kondisi kendaraan umum yang tidak berhenti sembarangan, tidak menunggu sampai penuh, dan sopir yang ugal-ugalan. Kenyamanan warga Jakarta semakin dimanjakan lebih tinggi tingkatannya. Dari berjalan kaki yang menyehatkan untuk jarak dekat, kemudian ditambah angkutan gratis yang bisa menempuh jarak 10–20 km per satu arah rutenya. Sebuah jarak yang cukup membuat berkeringat jika berjalan di terik kota di wilayah tropis. Tentu saja keunggulannya bukan nyaman dan gratis saja. Namun juga unit yang berjarak tidak terlalu lama, umumnya hanya berkisar 5 menit di kondisi normal. Tentu saja, ini di luar waktu di jalan saat mungkin terkendala kemacetan di lingkungan Jakarta yang padat. Keunggulan lainnya. JakLingko ini melewati area-area di Jakarta seperti perkampungan atau wilayah sempit di jalan di permukiman padat penduduk, sehingga menjadi pengumpan/feeder wilayah Jakarta yang tidak dilewati angkutan umum biasa lainnya. Trayek atau jalurnya dibuat sedemikian rupa tidak beriringan dengan angkot - angkot yang sebelumnya,  sudah dipegang, misalnya oleh gabungan KWK (Koperasi Wahana Kalpika) atau angkutan kecil lainnya.

Penyediaan kendaraan tanpa berbayar alias gratis, menjangkau area kecil dan dengan rentang waktu singkat dalam menunggu, membuat jaklingko ini saat ini cukup banyak memerdekakan penduduk Jakarta. Cukup dengan syarat menempelkan kartu keluaran bank BUMN atau bank Swasta tertentu yang ada di  Indonesia, misalnya eMoney dari Bank Mandiri atau Flazz dari bank swasta BCA. sebuah syarat mudah yang memerdekakan warga Jakarta. Walau dengan kondisi yang tidak selalu sempurna tentunya. Karena sistem Jaklingko pun tidak selalu menjadi solusi tanpa masalah di lapangan. Namun, secara keseluruhan semua berjalan cukup baik dengan terus bertambahnya rute - rute yang dilalui dengan pertimbangan tertentu oleh Pemda dan TransJakarta sebagai operator di lapangan.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

 

lomba blog

     Kemarin baru saja, kita merasa merdeka dan merayakan berbagai kegiatan yang membuat bahagia anak-anak kecil dengan permainan dan hadiah kecil yang mungkin bisa dirasakan setahun sekali. Ibu – ibu yang dapat peralatan dapur tambahan untuk memasak atau membuat kue dari menang lomba tingkat RT atau bahkan RW di lingkungannya. Atau bapak – bapak dapat ember, kipas angina atau hadiah lainnya. Ada juga Karang Taruna yang mulai di aktifkan kembali  di tingkat – tingkat atas jenjang keluarga – keluarga Indonesia. Bahkan saat ini mulai ramai pawai – pawai kemeriahan dengan pakaian dan semacam “cosplay” dengan baju burung – burung atau tokoh – tokoh yang bernuansa Nusantara. Semoga semangat bersosialisasi seperti ini terus bertumbuh di masyarakat kita yang sempat hilang di era pascareformasi awal.

    Saya pun juga jadi kembali teringat masa kecil di Jakarta saat usia sekolah, menang makan kerupuk dan dapat hadiah dua buah buku dan 2 pensil yang dilapisi kertas warna coklat dengan tulisan, juara dua makan kerupuk. Tahun berikutnya dapat juara satu lomba permainan memasukkan paku ke dalam botol dengan hadiah sebuah botol minum bagus warna – warni. Mungkin saat ini bisa disebut sebagai tumbler yang modelnya sekelas, seharga ratusan ribu jika dirupiahkan ke tahun 2026. Namun pun hadiahnya, terutama; kesenangan, kebahagiaan, teman satu wilayah itu lebih menarik dibanding menang atau kalahnya (walau sedikit cemberut kalau belum dapat hadiah utama). Hadiah hiburan yang setiap anak dapat agar adil dan merata tentu saja dibuat oleh panitia yang saat itu adalah Karang Taruna yang saya kenal akrab karena masih tetangga kami. Perasaan adil-merata yang dibagikan bagi yang kalah ini juga yang membuat anak – anak tidak pulang ke pintu rumah dengan tangan kosong. Ada bingkisan seperti hadiah Natal dari Sinterklas bagi yang belum berhasil juara 1-3 di tiap lomba. Saya ingat betul momen indah ini di masa kanak-kanak saya, Mungkin tidak semua daerah seperti di tempat saya tinggal.
 
    Terkait memori ini pun, saya jadi kembali teringat dengan sebuah artikel di media – media sejarah kekinian yang lebih terasa indie bagi media massa besar. Sebut saja misalnya Historia.id yang sudah ada sejak 2010 jadi rujukan saya bacaan karena dari sudut pandang berbeda, terasa segar dan unik  atau Tirto.id yang dengan infografisnya yang enak dilihat serta mudah dipahami. Dua web ini jadi rujukan saya terkadang untuk data sejarah dan data mengenai Informatika yang saya ajarkan. Web ini juga sering membahas hal – hal yang bahkan belum ada di kurikulum dengan kurang lebihnya. Karena saya yakin ilmu pengetahuan terus bergerak dan sebagai pendidik harus mendapat asupan yang cukup mengenai informasi temuan sejarah baru atau data yang faktual dan kekinian.

    Dalam salah satu artikelnya di web Tirto.id1 berstempel waktu (time stamp) 20 Desember 2018, misalnya, yang membahas pembangunan jalan raya Anyer – Panarukan yang saat ini masuk wilayah Provinsi Banten hingga Provinsi Jawa Timur sepanjang lebih dari 1.000 km. Rakyat dari sepanjang wilayah itu berpartisipasi, tentunya dengan paksaan dan keharusan dari tingkatan di atasnya serta menjadi korban dari perilaku penjajahan kejam dan tidak manusiawi. Proses keikut sertaan rakyat yang kala itu pastinya tidak adil dan belum sesuai ukuran HAM saat era modern ini.

Bahkan jika boleh mengambil artikel dari Historia.id2 berstempel waktu lebih awal di 22 Mei 2015, bahkan sastrawan terkenal Pramoedya dalam karyanya Jalan Raya Pos, Jalan Daendels yang menjadi salah satu kutipan artikel tersebut berbunyi : “ “Sejak dapat dipergunakan pada 1809 telah menjadi infrastruktur penting, dan untuk selamanya”. Maka jelas memakan korban ribuan rakyat saat itu di sepanjang jalan yang dibangun, maka keadilan di masa itu dipastikan nol dalam satu tahun pembangunannya.
 
    Namun, berita dan artikel pada tahun 2020 dan setelahnya kembali ditemukan bahwa Dandels, sebagai penggagas dan yang memerintahkan proyek mega besar di era itu, mencoba bersikap adil-merata dengan memberikan sejumlah dana. Berdasarkan data angka tercatat di artikel berita seperti Kompas.com3 berstempel waktu 31 Agustus 2024 atau news detik.com, tercatat sekitar 30.000 ringgit (1 ringgit / rijksdaalder = 2,40 gulden) di masa itu. Dana itu terutama di Pembangunan jalan Jakarta ke Bogor hingga tahapan Bogor ke kandanghaur yang saat ini masuk Cirebon Barat. Kemudian selepas pembangunan di wilayah Karangsamboeng hingga Losari inilah ujung akhir masih dibayarkan.
 
Jadi, beberapa kisah usaha adil – merata ini sebenarnya dicoba usahakan hingga titik tertentu. Namun, setelah memasuki wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur inilah, ketidakadilan dirasakan rakyat di sepanjang jalur berikutnya. Namun ini pun hasil rapat Daendels dengan para bupati lokal wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanggal 25 Mei 1808 di rumah dinas Residen Semarang di Jalan Bojong 4, berdasarkan penelitian Endah Sri Hartatik dalam jurnal 'Paramita: Historical Studies Journal, 26 (2), 2016’.
Namun, setelah saya telusuri kembali berita – berita terkini, sudah sepantasnya nama-nama rakyat dan warga yang membangun jalan yang saat ini menjadi salah satu jalan nasional sejak pembangunannya hingga saat ini untuk dikenang dan diabadikan dengan pantas dan layak. Apa pun cara, usaha, dan hal-hal yang bersifat baik dan bertujuan untuk rakyat, semoga dapat disambut dengan baik.
 
    Hal ini pun tampaknya mulai diadakan dengan penandatanganan kolaborasi kepala daerah Serang, Banten, dengan kepala daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dengan konsep Festival Anyer – Panarukan seperti yang terdapat di video Youtube channel CNN Indonesia 5 berstempel waktu Kamis, 30 Juli 2026, jam 19.45. Setidaknya sejarah ini diceritakan kembali, dikenang kembali, dan dihidupkan dari rakyat untuk rakyat kembali. Seperti juga yang tercantum pada portal  resmi serangkab.go.id berstempel waktu Selasa, 18 Agustus 2026 6

    Namun, setelah saya telusuri kembali berita – berita terkini, sudah sepantasnya nama – nama rakyat dan warga yang membangun jalan yang saat ini menjadi salah satu jalan nasional sejak pembangunannya hingga saat ini untuk dikenang dan diabadikan dengan pantas dan layak. Apa pun cara, usaha dan hal-hal yang bersifat baik dan bertujuan untuk rakyat semoga dapat disambut dengan baik.
Hal ini pun tampaknya mulai diadakan dengan penandatanganan kolaborasi kepala daerah Serang, Banten, dengan kepala daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dengan konsep Festival Anyer – Panarukan seperti yang terdapat di video Youtube channel CNN Indonesia 5 berstempel waktu Kamis, 30 Juli 2026, jam 19.45. Setidaknya sejarah ini diceritakan kembali, dikenang kembali, dan dihidupkan oleh rakyat untuk rakyat kembali. Seperti juga yang tercantum pada portal  resmi serangkab.go.id berstempel waktu Selasa, 18 Agustus 2026 6




Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay


sumber

1.https://tirto.id/sejarah-jalur-daendels-semacam-jalan-tol-di-era-hindia-belanda-dcnj

2.https://www.historia.id/article/sepuluh-fakta-di-balik-pembangunan-jalan-daendels-dari-anyer-ke-panarukan-6ae2w

3.https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/31/173000265/dibayar-atau-ditipu-fakta-upah-kerja-rodi-jalan-daendels-anyer-panarukan

4.https://news.detik.com/berita/d-5365828/daendels-bayar-upah-pekerja-jalan-anyer-panarukan-tapi-dikorupsi-benarkah

5.https://www.cnnindonesia.com/tv/20260730190826-407-1386800/video-festival-anyer-panarukan-bangkitkan-jalur-ekonomi-kolonial

6.https://serangkab.go.id/berita/songsong-festival-anyer-panarukan-camat-anyar-imron-satukan-seni-budaya-silat-dan-debus



--
0

 


     Siapa pernah menyangka, siswa yang dahulu selalu keringat dingin dan kakinya gemetar saat diminta maju dan menjelaskan tugasnya. Sekedar membacakan UUD 45 di pinggir lapangan di depan ratusan teman seangkatan dan kakak kelasnya itu, kini acapkali berdiri di depan lapangan upacara. Bukan sebagai siswa lagi tentunya, kadang jadi pembina upacara yang berdiri di belakang podium atau tiang mic.

Hari ini, di depan siswa - siswinya, harus menghadapi kembali masa itu. Membaca teks Proklamasi menggantikan guru yang entah kebetulan atau takdir mengingatkan kembali masa – masa di mana harus menghadapi kondisi yang manusiawi: demam panggung di hadapan orang lain. Namun tentu saja semua berbeda, karena yang dulu sering kali demam panggung dengan rasa khawatir dan takut salah atau bercucuran keringat. Hari ini di Hari Ulang Tahun (HUT) ke Delapan Puluh Satu, sudah bukan jadi kendala besar, karena sudah lebih siap. Sudah lebih memahami psikologi diri sendiri dan berusaha mampu menghadapi. Namun tetap saja, manusiawi juga ada rasa sedikit berdebar karena bukan kegiatan yang dilakukan setiap hari.

Memang beda rasanya di depan kelas yang konsep dasarnya membacakan, menuliskan atau memberi ilmu dengan kondisi hari ini. Berdiri depan ratusan siswa – siswi serta rekan guru lain yang usianya berbeda – beda tentu saja, menciptakan atmosfir dan perasaan berbeda pula. Seper sekian detik sebelum upacara hari ini dimulai di saat kaki saya menginjak lapangan setelah dari ubin Gedung sekolah. Tiba – tiba saya seperti dibawa oleh pikiran dan kenangan sejarah seperti yang diceritakan oleh guru sejarah SMP saya. Kisah – kisah dimana persiapan upacara pertama di kala itu.

Membaca kalimat - kalimat ini yang dahulu adalah dokumen yang paling sakral, paling ditunggu pembacaannya. Isi dokumen yang tulisannya dibuat oleh Para Proklamator sendiri dan diketik ulang dari coretan hasil buah pikir proklamator dan rekan pejuang – pejuang bangsa. Pemimpin bangsa yang dimana, mereka adalah “pelari lanjutan” perjuangan-perjuangan pahlawan pendahulunya dan yang punya kewajiban, mungkin bukan menyelesaikan namun memulai babak baru bangsa – negara - harapan rakyatnya di seluruh nusantara.

Seketika detik – detik proklamasi itu bukan hanya sekadar saya bacakan, namun seperti jadi luapan semangat dan motivasi di hari perayaan kemerdekaan ini. 81 tahun untuk manusia bukan usia muda lagi, usia kematangan diri sudah terbentuk dan malahan harusnya sudah menapaki masa atau usia kebijaksanaan diri. Sudah 3 - 4 generasi berlalu memimpin bangsa ini.

Saya mencoba membacakan agar menjadi motivasi bagi siswa – siswi saya. Tidak hanya sekadar membaca naskah kertas dokumen dalam pegangan tangan saya. Berusaha membacakan dengan penuh khidmat dalam kondisi yang saya bayangkan sebelumnya. Menciptakan suasana semangat dan juga agar bisa menjadi contoh, karena inilah salah satu cara memberi contoh terbaik sebagai Guru sesuai dengan semboyan yang diberikan  Ki Hadjar Dewantara “Ing ngarso sung tulodo”.  Terutama bagi siswa – siswi saya yang saya paham sampai detik ini, belum berani dan belum mau menjadi pengisi kegiatan upacara setiap Senin atau di hari-hari besar lainnya. Semoga contoh sederhana di hari spesial kemerdekaan ini menjadi bukti, bahwa semua tidak harus saat kondisi terbaik, namun mencoba Adalah sebuah kemenangan besar bagi calon – calon penerus atau bahkan pemimpin bangsa besar ini.

Dirgahayu Republik Indonesia. Sekali Merdeka tetap Merdeka.

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.




Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

Hai semuanya para siswa dan siswi yang tahun 2018 akan mencari sekolah SMA dan SMK Negeri di seluruh DKI Jakarta. Seminggu lagi kalian akan mengikuti UNBK 2018 sudah di depan mata.


Kalau kalian lihat logo di sekolah-sekolah seperti di atas artinya kalian sudah di sekolah yang siap melaksanakan UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK / UBK) 2018.

UNBK sudah berjalan sekitar 3 tahun di DKI Jakarta dan sudah 100% di laksanakan sejak Tahun Ajaran 2016/2017 di dua Provinsi di Indonesia:  satu di DKI Jakarta dan kedua di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta.

Nah, kali ini kami akan memberikan kalian bukan Kisi-kisi UNBK namun Passing Grade kalian jika lulus dari UNBK ini dan mencari SMA dan SMK Negeri se DKI Jakarta.






Semoga dengan informasi ini kalian bisa memperkirakan kalian akan masuk mana di tahun 2018 ini.

Sukses untuk kalian semuanya.

--
0

Bagaimana persiapan UN tahun ini? Tahun ini adalah tahun kedua UNBK di wilayah DKI Jakarta dan seluruh Provinsi di Indonesia.

Nah jika kalian sudah belajar, pertanyaan berikutnya adalah apakah materi yang dipelajari sudah mendekati atau persis belum dengan Kisi-kisi soal yang di ujikan? Ingat UNBK tahun ini di cobakan soalnya menyerupai bobot kesulitannya dengan Ujian PISA.. Silahkan dibaca dan dipahami dari link diatas apa itu PISA (Programme Internationale for Student Assesment).

Peringkat Negara Indonesia di Penilaian PISA, semakin baik dari tahun ke tahun, namun masih naik turun. Nah dengan soal-soal yang tingkat kesulitannya di sesuaikan mulai dari UNBK tahun ini maka diharapkan nilai kita di kemudian hari semakin baik.

Nah untuk jadwal bisa dicatat dan Kisi-kisinya kalian bisa lihat di bagian bawah ya.



Kisi-Kisi UN Gabungan Tahun Ajaran 2017/2018 (resmi dari

Sukses untuk kalian semua.