--

Hari ini saya
mau mencoba menggelitik sedikit pengalaman dengan 3M yang baru menurut saya.
Bukan 3M berupa uang atau kepanjangan dari 3M (Menguras, Menutup,
Mengubur) pada bidang kebersihan dan kesehatan atau candaan di bidang para
desainer yang 3M (Makasih Mas, desain Mantap).
Sudah sering kali, saya
temui kondisi di lapangan. Di tempat-tempat umum kita, di ranah publik kita, pemandangan yang mencemaskan dan mengkhawatirkan terpampang jelas. Tanpa malu
dan tanpa perasaan bersalah dari orang di sekeliling kita. Bagaimana bagian
publik sudah di tandai khusus masih dilanggar dengan berbagai alasan nonberadab sebagai bangsa timur yang menjujung adat istiadat.
Berikut hal - hal yang menjadi 3M tersebut:
1. Adab di sebelum menaiki
kendaraan umum.
Acap kali, setiap kali kita temui dan jumpai, sulitnya warga dan calon penumpang di tempat pemberhentian kita sulit untuk rapi mengantre. Merasa bahwa dirinya buru - buru sehingga menyalip barisan, marah
tidak mau antre dan marah ketika ditegur. Menganggap orang lain bisa dikalahkan
karena mereka lebih utama.
Ini juga sering kali bukan hanya yang berusia tua namun juga di yang lebih muda. Bukan karena tidak mau,
terkadang tidak tahu bahwa adab mengantri bergantian dan menunggu giliran juga
adalah hal berlaku di masyarakat. Acap kali pejabat kita yang tidak sedang
berdinas dan tidak bertugas atau dalam kondisi pekerjaan melakukan
penyerobotan alur jalan atau antrean rakyat biasa. Adab yang sederhana namun
sulit diikuti. WNI sering bangga atau sekadar iri dengan Jepang yang kini jadi
negara maju, namun tidak diikuti oleh kebiasaan. Jadi sekadar iri yang ikut-ikutan
saja.
2.
Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog kerja sama dengan OmJay
No Response to "Adab Negri kita yang 3M : Merdeka Morad Marid"
Posting Komentar
Terima kasih...