--
0

 


Hari ini saya coba meresensikan film bulan September 2026 berjudul HOPE. sebuah karya besutan sutradara Korea Selatan Karya Na Hong-jin. Pemenang Daniel A. Craft Award for Excellence in Action Cinema di New York dan  di Festival Film Cannes 2026 untuk memperebutkan penghargaan tertinggi Palme d'Or. Film ini mendapat sambutan luar biasa berupa standing ovation (tepuk tangan meriah) selama 7 menit dari penonton Cannes.

Berikut resensi versi saya: 

Bagi Anda para pencinta fiksi ilmiah yang mendambakan tontonan dengan ketegangan intens dan alur yang sulit ditebak, karya terbaru asal Korea Selatan berjudul Hope ini adalah jawaban yang sempurna. Film ini berhasil menyajikan perpaduan fiksi ilmiah bertema invasi makhluk asing dengan balutan misteri lokal yang sangat mencekam sejak menit pertama. Mengambil latar di kawasan perkampungan pinggir pantai Hop, premis cerita dibuka dengan penemuan tak lazim yang mengancam kedamaian warga setempat. Penonton langsung disuguhi atmosfer misterius saat hewan ternak warga ditemukan tewas mengenaskan secara tidak wajar. Kekacauan berdarah ini menandai dimulainya teror tak kasatmata yang siap merenggut nyawa siapa saja. 

Keunggulan utama Hope terletak pada transisi konflik yang dibangun sangat rapi dan bertahap hingga menyentuh puncaknya. Petunjuk awal mengenai ancaman ini sempat dikira berasal dari hewan buas biasa seperti beruang atau macan oleh polisi setempat bernama Beom-seok dan kelompok pemburu pimpinan Sung-ki. Namun, temuan jasad pemilik peternakan dan luka misterius pada korban lain mengarahkan mereka pada kenyataan yang jauh lebih mengerikan. Keadaan semakin memburuk ketika kota terisolasi dan jejak raksasa mulai ditemukan di berbagai sudut permukiman. Penonton diajak menyusuri lorong-lorong kota yang porak-poranda sambil merasakan ketakutan nyata yang dialami para karakter.

 Misteri yang menyelimuti asal-usul makhluk alien ini menjadi daya tarik utama yang dijamin membuat mata Anda tidak bisa berpaling dari layar. Melalui penyelidikan kepolisian dan aksi nekat warga, penonton secara perlahan melihat wujud asli alien yang jangkung, ganas, serta memiliki anatomi unik mirip manusia. Penemuan bayi alien oleh seorang pemburu lokal menjadi titik balik cerita yang sangat emosional sekaligus menegangkan. Keputusan fatal pemburu tersebut memicu amukan induk alien yang ternyata mengamuk di seluruh kota hanya demi mencari anaknya yang hilang. Pembedahan ilmiah terhadap bangkai alien turut menambah kedalaman fiksi ilmiah film ini dengan menyajikan fakta biologi makhluk luar angkasa tersebut.

 

Aksi kejar-kejaran yang dihadirkan Hope patut diacungi jempol karena mengeksekusi elemen laga dan sinematografi dengan sangat luar biasa. Kolaborasi antara polisi wanita Sung-e dan petugas lokal dalam melawan alien berukuran masif menghasilkan adegan pertarungan yang benar-benar memicu adrenalin. Penggunaan berbagai macam senjata berat, aksi kejar-kejaran kendaraan, hingga adegan berburu di dalam hutan lebat tersaji sangat dinamis dan menegangkan. Setiap karakter diuji batas ketahanannya saat berhadapan langsung dengan alien pemangsa yang responsif terhadap gerakan. Ketegangan ini berhasil dipertahankan konsisten, membuat durasi film terasa berlalu tanpa ada momen yang membosankan. 

Tak hanya menjual adegan aksi visual, Hope memiliki keunikan tersendiri dengan memasukkan perspektif emosional dari sisi sang makhluk asing. Momen ketika induk alien terlihat meneteskan air mata saat mencari anaknya memberikan nuansa simpati yang jarang ditemukan dalam film invasi alien biasa. Kedatangan kapal induk serta kemunculan alien dengan tingkatan hierarki baru di akhir cerita memperluas skala ancaman menjadi jauh lebih masif. Penonton dipaksa menyadari bahwa kekacauan di desa Hop hanyalah permulaan dari invasi Bumi yang jauh lebih besar. Kedalaman cerita seperti inilah yang membuat Hope terasa berbobot dan meninggalkan kesan mendalam setelah menontonnya.

 

Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan film bergenre fiksi ilmiah barat, film Hope memberikan kesegaran baru dengan sentuhan kearifan lokal Korea yang sangat pekat. Interaksi antarwarga, dinamika tim pemburu tradisional, hingga respons kepolisian daerah dalam menghadapi ancaman luar angkasa terasa sangat riil dan membumi. Balutan humor tipis di tengah kepanikan warga juga disisipkan dengan pas tanpa merusak ketegangan utama cerita. Kombinasi unsur lokal dan teknologi tinggi ini membuktikan bahwa sinema Asia mampu mengemas cerita fiksi ilmiah kelas dunia. Pengalaman menonton ini akan membuka sudut pandang baru tentang bagaimana sebuah bencana global direspons dari tingkatan masyarakat terkecil. 

 Jika Anda mengaku sebagai penikmat film sci-fi sejati, menyia-nyiakan film Hope tentu menjadi sebuah kerugian yang sangat besar. Film ini menyajikan paket lengkap yang memenuhi dahaga akan ketegangan, estetika visual, cerita berbobot, serta performa akting para pemain yang amat memukau. Anda akan diajak merasakan sensasi emosi yang naik turun, mulai dari merinding ketakutan hingga terpana oleh keindahan efek visualnya. Jangan ragu untuk segera meluangkan waktu dan memasukkan Hope ke dalam daftar tontonan wajib Anda minggu ini. Rasakan sendiri sensasi teror luar angkasa yang diracik secara jenius dan tidak terlupakan dari bioskop Korea Selatan.


Setelah selesai menikmati ketegangan dalam Hope, dijamin Anda akan langsung ketagihan dan berburu film-film fiksi ilmiah serupa. Menonton film seperti Hope membuka pintu untuk menjelajahi lebih banyak karya sci-fi Korea modern lainnya yang tak kalah berkualitas. Sensasi memecahkan misteri dan menyaksikan perjuangan manusia bertahan hidup melawan ancaman tak dikenal adalah pengalaman sinematik yang selalu dirindukan. Mari ajak teman maupun keluarga Anda untuk bersama-sama menikmati keseruan genre fiksi ilmiah yang semakin berkembang pesat ini. Bersiaplah untuk terperangah dan larut dalam petualangan imajinasi luar biasa yang ditawarkan oleh film-film berkualitas ini.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

 



Kali ini saya menyempatkan diri buat mengobrol santai dengan 5 tipe penonton yang berbeda setelah mereka selesai menonton film Spider-Man: Brand New Day. Penasaran bagaimana pandangan mereka? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. Fans Berat Marvel Universe (MCU)


1. Fans Berat Marvel Universe (MCU)

"Angin segar yang mengembalikan akar Spider-Man ke komik klasik!"

Sebagai penggemar berat MCU, Spider-Man: Brand New Day ini beneran terasa seperti angin segar yang sudah lama ditunggu-tunggu setelah kerumitan multisemesta (multiverse) di fase sebelumnya. Film ini sukses mengembalikan akar karakter Peter Parker ke ranah yang lebih personal dan membumi (grounded), persis seperti dinamika komik era klasik. Penulisan naskahnya cerdas banget dalam mengeksplorasi dampak emosional dari mantra Doctor Strange—Peter harus membangun kembali hidupnya dari nol tanpa bantuan teknologi canggih Stark. Easter eggs yang disebar sepanjang film juga terasa alami dan enggak dipaksakan cuma demi memanjakan penggemar. Kemunculan musuh-musuh baru dengan motivasi yang lebih manusiawi memberi ketegangan yang pas untuk arah baru MCU. Secara keseluruhan, ini transisi sempurna yang membuktikan kalau Spider-Man enggak selalu butuh ancaman tingkat kosmis untuk tampil memukau!

2. Pelajar SMP (Usia 15 Tahun)

"Seru banget dan relate parah sama kehidupan anak sekolah!"

Film Spider-Man: Brand New Day ini seru banget dan relate parah sama kehidupan anak sekolah kayak aku! Konflik Peter Parker saat berusaha beradaptasi di lingkungan barunya tuh terasa miris tapi juga kocak—mirip banget kalau kita baru masuk sekolah baru dan belum punya teman. Aksi menggantung Spider-Man di antara gedung-gedung New York kelihatan keren banget dan visualnya benar-benar memanjakan mata dari awal sampai akhir. Selain itu, selingan humor di tengah adegan pertarungan bikin suasana bioskop enggak tegang terus. Aku paling suka adegan saat dia bikin kostum dan peralatan sederhananya sendiri pakai barang seadanya, kelihatan kreatif banget. Habis nonton film ini, rasanya langsung pengin punya kekuatan super juga biar bisa melewati masalah sehari-hari dengan santai!

3. Orang Dewasa / Rekan Kerja

"Lebih dari sekadar film pahlawan super: sebuah drama kemanusiaan yang menyentuh."

Menonton Spider-Man: Brand New Day memberikan pengalaman cerita yang mengejutkan karena alurnya jauh lebih dewasa dan menyentuh daripada yang saya bayangkan. Film ini tidak sekadar menjual ledakan atau aksi pahlawan super, tetapi juga menyoroti perjuangan kelas pekerja, rasa kesepian, serta tanggung jawab hidup yang harus dipikul seorang pemuda. Melihat Peter Parker berjuang membayar sewa kamar dan membagi waktu antara pekerjaan harian serta kewajibannya terasa sangat relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Akting para pemerannya terasa alami dan mampu membawa penonton ikut merasakan beban emosional karakter utama. Sinematografi dan jalan ceritanya tertata rapi sehingga mudah dinikmati, bahkan oleh orang yang tidak mengikuti belasan film Marvel sebelumnya. Ini adalah drama kemanusiaan yang dibungkus dengan sangat apik dalam balutan film aksi.

4. Pencinta Film Pahlawan Super (Genre Enthusiast)

"Standar baru untuk film pahlawan super skala street-level."

Bagi pencinta genre pahlawan super, film ini memenuhi semua kriteria ideal sebuah eksekusi cerita yang otentik. Koreografi pertarungannya dirancang sangat dinamis, memaksimalkan kelincahan fisik Spider-Man tanpa terlalu bergantung pada efek gambar bentukan komputer (CGI) secara berlebihan. Penokohan karakter protagonis dan antagonisnya yang memiliki kedalaman moral yang seimbang, membuat benturan ideologi di antara mereka terasa sangat intens. Struktur cerita klasik mengenai pengorbanan personal demi kebaikan yang lebih besar dieksekusi dengan pendekatan yang segar dan modern. Film ini berhasil menangkap esensi sejati dari sosok pahlawan super: seseorang yang terus bangkit berdiri meski dunia berulang kali menjatuhkannya. Spider-Man: Brand New Day layak disebut sebagai salah satu standar baru untuk film pahlawan super berkonsep jalanan (street-level).

5. Penonton Bioskop Biasa / Penikmat Akhir Pekan

"Tontonan akhir pekan yang seru, menghibur, dan mudah diikuti!"

Jujur saja, saya datang ke bioskop tanpa ekspektasi tinggi dan tidak terlalu mengikuti alur cerita film-film Spider-Man terdahulu. Namun, Spider-Man: Brand New Day ternyata sangat menghibur dan ceritanya mudah sekali diikuti dari awal sampai akhir. Tempo alur ceritanya pas—tidak terasa membosankan maupun terburu-buru—sehingga waktu dua jam di bioskop terasa berjalan cepat sekali. Efek visual dan musik pengiringnya benar-benar memanjakan mata serta telinga, membuat pengalaman menonton di layar lebar terasa sepadan dengan harga tiketnya. Karakter utamanya sangat mudah disukai karena sifatnya yang ramah, gigih, dan selalu berusaha berbuat baik meskipun sedang tertimpa banyak masalah. Film ini benar-benar tontonan akhir pekan yang memuaskan dan cocok dinikmati bersama teman maupun keluarga.

Demikian sedikit wawancara ringan yang saya buat dengan beberapa orang yang saya temui di awal September lalu. semoga resensi filmnya bisa menambah sudut pandang kalian. Ingat Jangan beli atau nonton bajakan. Tonton
dari layar resmi dan penyedia resmi.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay

--
0

 






        Sesibuk apa pun kita, rasanya olahraga itu sulit jika dijalani dengan jadwal yang tidak tetap. Bagaimana cara terbaik untuk olahraga teratur dan yang tepat menurut saya.

Pertama, niatkan dalam diri sendiri dahulu. Karena seberat apa pun olahraga yang kita jalani, jika sudah niat dan ada goal yang mau dicapai, akan terasa jauh lebih tulus saat menjalani di titik sangat berat.

Kedua, menciptakan pengingat waktu olahraga atau digital reminder  dalam satu alat yang sama dengan pencatat aktivitas harian kita. Saat alat pengingat kita berbunyi dan menjalankan tugas dengan baik, kita harus mulai lagi dengan niat bersih untuk olahraga rutin.

Ketiga, dengan mencatat setiap aktivitas olahraga kita dengan pelacak yang berisi data, jarak, kalori terbakar dan fungsi-fungsi penting lainnya jika ada. Jika tercatat, kita jadi termotivasi setiap melihat angkanya. Salah satu aplikasi yang saya sarankan adalah Google Fit seperti gambar di bawah. Kenapa aplikasi ini baik menurut saya? Karena aplikasi ini gratis, murah, dan tinggal instal di smartphone jenis Android apa pun yang ada di pasaran. Aplikasi ini juga cukup mudah untuk dipahami dan tidak memerlukan alat pemantau canggih lain seperti smartwatch. Inti dari aplikasi ini adalah melacak berdasarkan titik saat kita bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Kemudian, menghitung poin kardio dan langkah kita secara otomatis dan menampilkan dalam bentuk diagram atau bentuk lain yang mudah dipahami.



Aplikasi yang dapat membantu kita melihat pergerakan dan membantu menganalisa kita setiap bergerak, menjadikan diri saya pribadi menjadi termotivasi. Aplikasi ini dapat mendeteksi olahraga apa pun yang kita lakukan. Mulai dari jalan santai, jalan bertempo, jalan dengan kecepatan tinggi, atau bahkan berlari. Kecanggihan aplikasi ini juga dapat mengecek tinggi badan, berat badan, dan detail lain yang kita perlukan, termasuk jam istirahat atau jam istirahat terbaik.

Jadi, olahraga jalan, lari, bersepeda, dan dengan alat atau tanpa alat bantu lain dapat membuat olahraga tercatat, teranalisis, dan mencatat berapa kalori, menjadikan aplikasi gratis ini cukup bertenaga/powerful untuk kebutuhan harian bagi yang suka olahraga atau yang jarang olahraga.

         Aplikasi ini juga memiliki kelebihan sebagai pengingat berat badan dan tinggi badan harian. Sehingga alat ini menjadi aplikasi paket lengkap terkait kesehatan badan. Terutama jika kita memilih untuk mengecilkan  perut, mengurangi bagian  berlemak dalam tubuh dan menciptakan kebiasaan baik berolahraga dengan tetap membuat diri termotivasi dengan data yang akurat dan dapat dipercaya. Aplikasi ini mampu mencatat dan melacak gerak mulai dari jarak 1 meter hingga puluhan meter berbasis smartphone Android, sehingga tidak perlu alat canggih lainnya. Selama pengguna membawa smartphone-nya selama berolahraga jalan kaki, bersepeda, atau berolahraga yang menempuh jarak, Google Fit akan melacak km dan menghitung data lainnya secara real-time. Aplikasi ini menggunakan alat dengan kondisi GPS menyala untuk akurasi tinggi, namun juga dapat melacak tanpa mode GPS tidak aktif. Aplikasi bermanfaat dan bagus untuk pencinta olahraga ringan hingga olahraga berat. Jadi saran saya silahkan dicoba sendiri dan rasakan motivasi dengan melihat data angka keseharian sehat kita.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay



--
0

 

Menurut pakar kegempaan yang sudah mulai diperdengarkan dan diberikan kepada masyarakat terkait Kassandra paradox kedua yang akan kita bahas saat ini adalah Sesar Lembang. Pembaca sekalian bisa membaca pada link yang saya berikan di kalimat sebelumnya. Berdasarkan catatan sejarah, gempa yang bersumber dari Sesar Lembang pernah terjadi 600 tahun lalu. Lepasan energi tertahan berarti sudah ratusan tahun tertahan, Pastinya ada lepasan energi lagi yang akan muncul di tahun - tahun depan, walau belum dapat dipastikan waktu tepatnya. Sekali lagi, hal-hal besar yang berisiko besar rasanya kurang digubris masyarakat kita dan kurang dipersiapkan dengan baik. Bukti-bukti apa yang sudah dilepas ke masyarakat oleh para ahli melalui website resmi, media massa dan media sosial, tampaknya belum membuat masyarakat lebih peduli atau  high awareness atas info penting ini. Masyarakat nampaknya lebih banyak bersikap pasrah, seakan menunggu kiamat datang adalah bagian dari iman, dan pasrah serta percaya pada nasib baik saja.

Menurut data dari sumber, sesar ini memiliki panjang: ± 29 km, membentang dari wilayah Padalarang (Kabupaten Bandung Barat) hingga Jatinangor/Gunung Manglayang. Kemudian punya kecepatan pergerakan: aktif sekitar 1 hingga 4 milimeter per tahun. Angka ini termasuk lambat, namun terus bergerak yang menyebabkan risiko terus tumbuh per tahun dengan angka kemungkinan jika terjadi gempa berpotensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 6,5 – 7,0. Ini sebuah angka signifikan jika melihat link yang saya cantumkan dalam sistem kegempaan, angka yang, jika bergerak lebih dari 1 menit, dapat meratakan bangunan-bangunan rumah tanpa fondasi kuat dan tahan gempa. Belum lagi jika terjadi gempa di bangunan era Belanda yang masih ada di sekitar Bandung.


Menurut pakar gempa pada video dari ESDM ini, pemetaan wilayah utama sesar dan wilayah sekitar yang terdampak sudah dipetakan risikonya dan dimunculkan secara resmi. Tinggal bagaimana pemerintah daerah Jawa Barat pada umumnya dan pemerintah daerah Bandung mengelola data ini. Jangan sampai Kassandra Paradox terjadi lagi, seperti kasus likuifaksi di Sulawesi dan gempa bumi di wilayah Aceh yang memakan banyak korban. Jika Sesar Lembang tidak diantisipasi, korban bisa berlipat - lipat jumlahnya karena jumlah penduduk di Jawa Barat juga lebih banyak. Semoga pengetahuan dan peringatan yang sudah dilakukan menjauhan kita dari sikap masa bodoh dan menganggap waktunya masih lama atau bahkan mungkin tidak kena. Jadilah warga yang bukan sekedar lari dan menyelamatkan diri, namun harus jadi warga yang peduli diri, keluarga dan tetangga atau masyarakat luas.

Caranya bagaimana agar terhindar dari dampak utama jika terjadi gempa yang bersumber dari Sesar Lembang ini?

        Pertama, menurut ahli kegempaan, jangan membangun rumah di dekat atau persis di depan sesar tersebut. Menurut ahli peneliti gempa, jarak aman dari garis retakan sesar sudah cukup pada radius minimal 40 meterPemerintah Provinsi Jawa Barat melalui peraturan konservasi kawasan menetapkan sempadan atau zona penyangga (buffer zone) selebar 200 hingga 250 meter di sisi kiri dan kanan Sesar Lembang dan tidak mengizinkan pembangunan permukiman atau adanya bangunan di area tersebut. Sejumlah kajian mitigasi bencana mengadaptasi standar aman sekitar 100 hingga 150 meter dari titik suar atau rekahan patahan aktif. Intinya, semakin jauh semakin baik, namun ada prasyarat lain agar lebih aman.

            Kedua, untuk membuat atau mendirikan bangunan di kawasan Bandung Raya yang mendekati jalur sesar, struktur wajib didesain dengan standar tahan gempa yang kuat. Wilayah dengan jarak sangat dekat (di bawah 3 kilometer dari jalur utama) menuntut kewaspadaan ekstra terhadap amplifikasi guncangan gempa yang besar.

Sebenarnya, memahami kemudian merancang bukan hanya jarak, melainkan jenis bangunan yang baik, tentunya mengurangi korban jiwa dan kerusakan yang sangat parah.



Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay



--
0

 


Kemungkinan kita belum pernah mendengar Paradoks Kassandra atau Cassandra Paradox.  Maka mari kita bahas hal yang baru ini dari beberapa sudut dan apa kaitannya dengan kondisi akhir - akhir ini yang sudah terjadi di Indonesia. Setidaknya selama 9 bulan terakhir. Apa kaitannya dengan paradoks ini? Apa kaitannya dengan kebencanaan negeri kita? Dan bagaimana mencegah bencana menjadi hal buruk atau sangat buruk?

Kassandra atau Cassandra dalam sejarahnya berasal dari nama seorang putri kerajaan Troya dalam mitologi Yunani. Seorang putri cantik yang dicintai Dewa Apollo dan diberikan berkah kekuatan dapat memprediksi kejadian di masa mendatang oleh dewa ini. Namun, karena Kassandra sendiri tidak mencintai dan menolak Apollo, maka diberikan kutukan tambahan dalam kekuatannya, yaitu tak seorang pun akan mempercayai ramalannya, meskipun selalu benar. Dalam konteks era kekinian yang penuh modernitas, Kassandra Paradoks merujuk pada fenomena ketika seseorang atau kelompok (umumnya cerdik pandai / ilmuwan / pakar di bidangnya) memberikan peringatan penting tentang bencana atau krisis yang akan datang, namun acap kali diabaikan oleh masyarakat atau pengambil kebijakan karena dianggap pesimis atau tidak sejalan dengan narasi dominan atau kemajuan industri atau kekuatan ekonomi. Bisa juga dianggap menghambat modernitas dan pembangunan suatu bangsa atau kelompok tertentu. Lebih tepatnya, tidak populer dan dianggap anti-pembangunan.


Konsep paradoks Kassandra ini membuat banyak kejadian, baik di sebuah bangsa maupun di sebuah negara, menjadi kerawanan dan acapkali menjadi bencana besar dengan korban puluhan hingga ribuan. Misalnya, di negeri indah kita ini, sudah berapa kali para pakar dan ilmuwan memberikan informasi dan peringatan yang berdasarkan ilmu yang mereka kuasai dan bukan sekadar tebakan tentunya. Mungkin hanya waktu saja yang menjadi penghalang yang membuat mereka tidak mampu menentukan hari, menit, dan detik kejadian secara tepat dan akurat. Bukan karena tidak bisa, tapi sampai saat ini belum ada alat yang bisa dibuktikan secara ilmiah mampu menghitung waktu kejadian. Bagaimanapun, peringatan ini pastinya sudah diprediksi dan sudah sesuai dengan kepakaran mereka.

Bagaimana pengetahuan dari ilmu pakar atau ahli di bidang kebencanaan ini seharusnya dipakai? Kita ambil contoh saja tentang ilmu gunung berapi yang baru saja terjadi beberapa hari lalu, bencana ringannya. Pakar ke Gunung Apian dari Kementerian ESDM pada dokumen LAPORAN KHUSUS Nomor : 1154.Lap/GL.03/BGL.2026  ini sudah memberikan informasi di websitenya sejak Juli 2026. Bahkan di sana sudah ada foto sebagai bukti fisik dan data rekaman alat - alat pelacak yang ditampilkan. Namun, sepertinya pemerintah daerah di dua provinsi terdekat, Lampung dan Banten, tidak menyebarluaskan potensi abu vulkanik atau minimal mengundang media untuk membahas risiko yang akan dihadapi penduduknya. Entah karena dianggap tidak penting atau memang dirasa masih aman jika memang terjadi atau memang waktunya masih lama.

Namun, tidak lama kemudian, kejadian dari informasi ini dipasang di situs web Kementerian ESDM. Pada bulan September, letusan yang sudah diperingatkan lembaga resmi ini pun akhirnya benar - benar nyata. Letusan pada hari Jumat dan Sabtu berdampak hingga hari Senin dan Selasa, bahkan bukan hanya di 2 provinsi, melainkan hingga lebih dari 4 provinsi, termasuk Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Bahkan ada laporan di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yang sempat mendapati abu vulkanik dari letusan ini di wilayahnya, walau lebih tipis.


Betapa sulitnya untuk mengerti bahwa ilmu pengetahuan sudah bukan hanya meramalkan, namun sudah sampai pada memprediksi, sebuah data valid dan berdasar hal ilmiah bukan lagi tebak - tebakan untuk dipercayai masyarakat kita dan terlebih pejabat negara ini yang seharusnya sudah lebih melek dan paham pendidikan tinggi. Melihat data dan mempelajari data sudah seharusnya dipahami dan disebarkan untuk keselamatan dan kesehatan kita semua. Data sudah di depan mata, Jika tidak digunakan dengan tepat dan sesuai kepentingannya, malah hanya jadi sekadar data. Namun, jika data sudah dipergunakan dengan tepat dan sesuai kebutuhan, maka bisa menyelamatkan. Sudah saatnya warga negara ini dibuat lebih bernalar dan berakal. Sekadar percaya tahayul dan percaya bahwa semua sudah waktunya dan semua sudah takdirnya harus mulai pelan - pelan diseimbangkan, sehingga tidak memakan korban lebih banyak. Sehingga nyawa manusia menjadi hal berharga, bukan karena dugaan dan bukan sekadar karena ini adalah takdir.

Bagaimana dengan pengetahuan terkait Sesar Lembang? Saya akan membahas di blog ini di post selanjutnya.


Naskah resmi non-AI oleh pemilik blog dalam rangka lomba #60hariMenulis dengan om Jay